Iklan Homepage 1
SIWALIMA.id > Berita
Banda Heritage Festival Ditutup dengan Lomba Belang
Daerah | Senin, 1 Desember 2025 pukul 13:38 WIT

BANDA, Siwalima.id - Banda Heritage Festival yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sejak 26-29 November resmi ditutup Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Penutupan disemarakan dengan lomba belang atau perahu kora-kora yang berlangsung di depan pelabuhan Pulau Banda, Sabtu (29/11).

Pantauan Siwalima di lokasi, event puncak bernuansa maritim itu mengambil start dari Pantai Pulau Pisang dan finis di depan Istana Mini Banda Neira ini disaksikan ribuan masyarakat yang hadir.

Lomba terbagi dalam dua kategori, yakni belang adat dan belang nasional yang menampilkan ketangkasan para pendayung dari berbagai negeri adat di Kepulauan Banda.

Untuk Belang Adat, peserta berasal dari Negeri Lontor, Pulau Ay, Kampung Baru, Nusantara, Waer, Selamun dan Negeri Pulau Hatta.

Sementara Belang Nasional diikuti tim dari Negeri Tana Rata, Kampung Baru, Dwi Warna, Nusantara, Gunung Api, Walang, Lontor, Pulau Rhun, Selamun, Kampung Baru, Biyau dan Negeri Raja Wali.

Kemeriahan penutupan festival semakin lengkap dengan pertunjukan seni tradisi, termasuk tarian perang Cakalele yang dipentaskan grup cakalele Pulau Ay dan Lontor di halaman Istana Mini.

Tak hanya itu, tradisi makan patita juga digelar sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan ikatan sosial masyarakat Banda.

Perlombaan belang sendiri dilepas secara resmi oleh Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, didampingi istrinya Betty Epsilon Idroos.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kanwil Hukum Maluku, Sekda Maluku Tengah, unsur forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat.

Festival tahun ini kembali menegaskan Banda sebagai pusat tradisi maritim dan rumah warisan budaya yang terus hidup. Semangat masyarakat Banda menjaga adat, sejarah, dan nilai kebersamaan tampak nyata dari awal hingga penutupan rangkaian kegiatan.

Fun Run Meriahkan BHF

Sehari sebelum penutupan Banda Heritage Festival, panitia juga menyelenggarakan Fun Run sepanjang 5 km, Jumat (28/11).

Lomba yang dibuka Kakanwil Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri yang didampingi Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir mengambil rute start di Pantai Lahar, Negeri Lontor, Kecamatan Banda Besar dan kembali ke finish di lokasi yang sama.

Peserta Fun Run kali ini tidak hanya berasal dari Banda dan sekitarnya, tetapi juga dari luar Banda yang datang khusus menikmati BHF.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan, karena peserta dapat menyusuri jalur yang menyuguhkan pemandangan alam Banda Besar serta jejak sejarahnya.

Sambutan bupati malteng yang dibacakan Kakanwil Hukum men­-jelaskan fun run bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan ajang mempererat persaudaraan serta menghubungkan kesehatan dengan pelestarian budaya.

“Kita berlari melewati wilayah yang menyimpan jejak sejarah, napas budaya, dan keindahan alam Banda. Banda bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga ruang yang hidup dan dinamis,” katanya.

Bupati berharap kegiatan ini dapat dinikmati dengan penuh kegembiraan, menjunjung sportivitas, serta tetap menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. (S-17)

BERITA TERKAIT