WAKIL Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di Kecamatan Teluti, Kamis (12/12).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan masyarakat dalam menyambut perayaan Natal 25 Desember 2025 sekaligus melihat langsung kondisi warga menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Setibanya di Telutih, Mario disambut penuh keakraban oleh warga yang telah menunggu kedatangannya. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, Wakil Bupati menyapa langsung warga di wilayah tersebut sejak menjabat.
Adapun desa yang disinggahi meliputi Desa Salamahu, Saunulu, Wanasa, Hatu, Hatumeten, Dusun Usmak, Dusun Yamahena, Lafa, Moneoratu, Hunisi, Laha, Ulahahan, hingga Desa Yamalatu. Di setiap titik kunjungan, Mario menyerap aspirasi warga dan meninjau persiapan perayaan Natal.
Selain berinteraksi dengan masyarakat, Wakil Bupati juga menyempatkan diri berkunjung di Kantor Klasis GPM Teluti. Sambutan hangat diberikan langsung oleh Ketua Klasis beserta jajaran pelayan gereja.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal dibahas, termasuk kontribusi Klasis Teluti dalam mendukung pelaksanaan MTQ XXXI tingkat Kabupaten yang saat ini berlangsung di Kecamatan Teluti. Salah satu informasi yang disampaikan Ketua Klasis kepada Wakil Bupati adalah keterlibatan seluruh pendeta dari Teluti hingga Siwalalat yang menyerahkan persembahan gereja sebagai bentuk dukungan kepada panitia MTQ.
“Ketua Klasis menyampaikan bahwa para pendeta dari Teluti sampai Siwalalat ikut memberikan persembahan untuk kegiatan MTQ,” ujar Wakil Bupati.
Tak hanya bantuan dana, warga di lingkup Klasis Teluti juga memberikan dukungan berupa bahan makanan lokal. “Mereka juga memberikan makanan seperti singkong dan talas,” tambahnya.
Mario menilai tindakan tersebut sebagai potret nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama menjadi kultur masyarakat Maluku Tengah.
“Ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam bingkai keberagaman,” kata Mario.
Ia menegaskan, nilai toleransi harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal sosial untuk menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Menurutnya, pendidikan, keteladanan, dialog lintas agama, hingga pemanfaatan media sosial untuk kampanye positif bisa menjadi sarana menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini.
“Dengan semangat saling menghargai di Maluku khususnya Maluku Tengah akan tetap kokoh dan terus berkembang,” katanya.(S-17)