AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, angka kemiskinan di Kota Ambon pada tahun 2025 mengalami penurunan 0,79 persen
Pasalnya di tahun ini angka kemiskinan di Kota Ambon berdasarkan data Badan Pusat Statistik yakni 4.34 perÂsen, bila dibandingkan deÂngan tahun 2024 yang tercatat 5,13 persen, sehingga mengÂalami penurunan 0,79 persen.
Penurunan angka kemiskiÂnan ini disampaikan walikota saat dalam keterangan persÂnya kepada wartawan di ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Senin (6/10).
Menurut walikota, meskiÂpun angka kemiskinan meÂnurun, namun pertumbuhan ekonomi Kota Ambon meÂlambat, jika dibandingkan tahun 2024.
Pasalnya, berdasarkan daÂta BPS, pertumbuhan ekonoÂmi Kota Ambon pada tahun 2024 berada di angka 5,96 persen, sedangkan untuk taÂhun 2025 turun menjadi 4,53 persen.
âMeski begitu, kita akan tuÂnggu sampai akhir tahun ini untuk melihat pertumbuhan ekonomi 2025,â ucap waliÂkota.
Guna meningkatkan perekoÂnoÂmian di Kota Ambon kata walikota, maka ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan yakni, memaksimalkan potensi Pasar Mardika dan Batu Merah serta ekoÂnomi kreatif masyarakat.
Pasalnya, selama ini pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon lebih berÂgantung pada belanja pemerintah yang mengakibatkan efisiensi angÂgaran yang merupakan kebijakan nasional, juga berdampak pada meÂlambatnya pertumbuhan ekonomi.
âNamun pemerintah akan berÂupaya untuk menjaga kestabilan belanja serta harus dimaksimalkan dengan benar potensi-potensi lainÂnya seperti Pasar Mardika, Pasar Batu Merah dan sektor UMKM, â jelas walikota.
Oleh sebab itu, walikota mengÂhimbau kepada seluruh dinas dan pihak terkait, agar berkontribusi sehingga pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon bisa ditingkatkan lagi.
âSalah satu harapan pemkot ialah, Pasar Mardika harus dikelola deÂngan baik, karena menjadi pusat ekonomi rakyat,â tandas waikota.
Pemerintah kota juga berharap, Pemerintah Provinsi Maluku bisa mengelola pasar gedung baru deÂngan baik, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sehiÂngga tidak boleh ada pungli dan sebagainya, karena itu juga akan berpengaruh pada harga barang.
Disisi lain lanjut walikota, pemkot juga berhasil menekan inflasi hingga capai angka 2,97 persen untuk bulan September dan turun dari 3,38 persen pada bulan Agustus. Hal ini sebabkan karena harga ikan di pasar mulai stabil dan bahkan menurun.
âTerkait dengan inflasi di Kota Ambon menurun, karena ada bebeÂrapa faktor seperti harga ikan yang semakin murah, karena kondisi cuaca yang sudah membaik, tetapi kita berada masih diatas target nasional yaitu 2,5 persen karena faktor biaya transportasi udara yang masih tinggi,â jelas walikota.
Untuk itu, walikota mengimbau kepada seluruh OPD, untuk bersiÂnergi dan berupaya agar tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi hingga inflasi bisa dikontrol sesuai harapan bersama.
Ditempat yang sama Plt Kepala BPS Kota Ambon Pauline Gasperz mengaku, tingkat kemiskinan di Kota Ambon yang telah mencapai angka 4,34 persen, merupakan suatu capaian yang sangat baik, sebab secara data, angka itu lebih rendah, jika dibanÂdingkan dengan provinsi maupun secara skala nasional. (S-29)