SIWALIMA.id > Berita
Angka Kemiskinan di Ambon Turun
Daerah | Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 01:58 WIT

AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, angka kemiskinan di Kota Ambon pada tahun 2025 mengalami penurunan 0,79 persen

Pasalnya di tahun ini angka kemiskinan di Kota Ambon berdasarkan data Badan Pusat Statistik yakni 4.34 per­sen, bila dibandingkan de­ngan tahun 2024 yang tercatat 5,13 persen, sehingga meng­alami penurunan 0,79 persen.

Penurunan angka kemiski­nan ini disampaikan walikota saat dalam keterangan pers­nya kepada wartawan di ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Senin (6/10).

Menurut walikota, meski­pun angka kemiskinan me­nurun, namun pertumbuhan ekonomi Kota Ambon me­lambat, jika dibandingkan tahun 2024.

Pasalnya, berdasarkan da­ta BPS, pertumbuhan ekono­mi Kota Ambon pada tahun 2024 berada di angka 5,96 persen, sedangkan untuk ta­hun 2025 turun menjadi 4,53 persen.

“Meski begitu, kita akan tu­nggu sampai akhir tahun ini untuk melihat pertumbuhan ekonomi 2025,” ucap wali­kota.

Guna meningkatkan pereko­no­mian di Kota Ambon kata walikota, maka ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan yakni, memaksimalkan potensi Pasar Mardika dan Batu Merah serta eko­nomi kreatif masyarakat.

Pasalnya, selama ini pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon lebih ber­gantung pada belanja pemerintah yang mengakibatkan  efisiensi ang­garan yang merupakan kebijakan nasional, juga berdampak pada me­lambatnya pertumbuhan ekonomi.

“Namun pemerintah akan ber­upaya untuk menjaga kestabilan belanja serta harus dimaksimalkan dengan benar potensi-potensi lain­nya seperti Pasar Mardika, Pasar Batu Merah dan sektor UMKM, “ jelas walikota.

Oleh sebab itu, walikota meng­himbau kepada seluruh dinas dan pihak terkait, agar berkontribusi sehingga pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon bisa ditingkatkan lagi.

“Salah satu harapan pemkot ialah, Pasar Mardika harus dikelola de­ngan baik, karena menjadi pusat ekonomi rakyat,” tandas waikota.

Pemerintah kota juga berharap, Pemerintah Provinsi Maluku bisa mengelola pasar gedung baru de­ngan baik, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sehi­ngga tidak boleh ada pungli dan sebagainya, karena itu juga akan berpengaruh pada harga barang.

Disisi lain lanjut walikota, pemkot juga berhasil menekan inflasi hingga capai angka 2,97 persen untuk bulan September dan turun dari 3,38 persen pada bulan Agustus. Hal ini sebabkan karena harga ikan di pasar mulai stabil dan bahkan menurun.

“Terkait dengan inflasi di Kota Ambon menurun, karena ada bebe­rapa faktor seperti harga ikan yang semakin murah, karena kondisi cuaca yang sudah membaik, tetapi kita berada masih diatas target nasional yaitu 2,5 persen karena faktor biaya transportasi udara yang masih tinggi,” jelas walikota.

Untuk itu, walikota mengimbau kepada seluruh OPD, untuk bersi­nergi dan berupaya agar tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi hingga inflasi bisa dikontrol sesuai harapan bersama.

Ditempat yang sama Plt Kepala BPS Kota Ambon Pauline Gasperz mengaku, tingkat kemiskinan di Kota Ambon yang telah mencapai angka 4,34 persen, merupakan suatu capaian yang sangat baik, sebab secara data, angka itu lebih rendah, jika diban­dingkan dengan provinsi maupun secara skala nasional. (S-29)

BERITA TERKAIT