MASOHI, Siwalima.id - Ketua DPD PDIP Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, resmi membuka Liga Sepak Bola Soekarno Cup U-17 yang dipusatkan di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (16/5).
Ketua DPRD Maluku itu mengaku, Malteng khususnya Kota Masohi, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Masohi ini kota Bung Karno. Karena itu kami memilih momentum ini untuk membangkitkan spirit anak-anak muda agar menunjukkan semangat nasionalisme dan semangat perjuangan,” kata Benhur kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Soekarno Cup U-17 digelar di empat zona, masing-masing di Masohi, Bula, Kairatu dan Kota Ambon. Namun, Masohi dipilih sebagai lokasi pembukaan karena memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat.
Menurut Benhur, terdapat dua alasan utama yang membuat Masohi menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pertama, pahlawan nasional Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura berasal dari Malteng dan kedua, Masohi dikenal sebagai kota pilihan Bung Karno saat berkunjung ke Maluku.
“Ini momentum untuk membangkitkan fighting spirit generasi muda di tengah suasana peringatan Hari Pattimura dan kegiatan liga yang membawa nama Soekarno,” terangnya.
Ia mengatakan, Soekarno Cup U-17 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bersama rakyat melalui semangat gotong royong.
PDI Perjuangan, kata dia, ingin menghadirkan wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sepak bola.
“Ini bukan hanya momentum organisasi untuk konsolidasi politik, tetapi ruang bersama rakyat untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan turnamen melibatkan seluruh kader dan fraksi PDI Perjuangan di Maluku, sekaligus bekerja sama secara profesional dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia agar proses seleksi pemain berjalan objektif.
“Penyelenggaranya PDI Perjuangan, tetapi secara teknis profesional kami bekerja sama dengan PSSI. Tujuannya agar dari kegiatan ini lahir talenta-talenta muda yang nantinya bisa mewakili Maluku,” katanya.
Untuk itu ia berharap event ini dapat menjadi wadah pembinaan sepak bola usia muda sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme di kalangan generasi muda Maluku.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Malteng Zeth Latukarlutu, mengapresiasi keputusan DPD memilih Kota Masohi sebagai lokasi pembukaan Liga Soekarno Cup U-17.
Ia mengaku animo masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan tersebut sangat tinggi. Dari 75 tim yang terdaftar mengikuti turnamen, Malteng menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak.
“Di Zona III kami punya 20 tim. Hampir di semua zona ada keterlibatan tim dari Maluku Tengah,” jelasnya.
Ajang Pembinaan Talenta Muda
Sementara itu, Soekarno Cup U-17 zona Pulau Ambon resmi dibuka di Lapangan kodaeral IX Ambon, Sabtu (16/5).
Ketua Panitia, Sugiharto Aris Soulisa, mengatakan Soekarno Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar mampu menyalurkan bakat dan menjauh dari pengaruh negatif.
“Liga Kampung U-17 Soekarno Cup ini kami adakan untuk menyalurkan bakat dan minat pemuda kampung agar mereka bisa berkarya, berprestasi, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.
Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar warga maupun tim, sejalan dengan semangat persatuan yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan etika olahraga selama pertandingan berlangsung.
“Menang atau kalah itu biasa, tetapi persahabatan dan rasa hormat antar sesama jauh lebih penting dan harus tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, menilai olahraga, khususnya sepak bola, merupakan alat pemersatu masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno.
Ia mengaku bersyukur karena dalam sepekan terakhir banyak kegiatan olahraga digelar di Kota Ambon sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasi.
“Sebagai walikota, beta bersyukur karena dalam seminggu ini banyak kegiatan olahraga yang memberi ruang bagi anak muda menyalurkan bakat mereka. Beberapa hari lalu ada lomba renang antar-SD, ada juga turnamen gawang mini dan ke depan akan ada turnamen sepak bola umum memperebutkan Piala Walikota Ambon,” ujarnya.
Bodewin juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Soekarno Cup.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para pemain agar menjaga sportivitas dan menaati aturan pertandingan.
Ia juga meminta para wasit bertindak jujur dan konsisten dalam memimpin pertandingan.
Di tempat yang sama, Johan Rahantoknam mengatakan turnamen tersebut nantinya akan melahirkan tim perwakilan untuk mewakili Maluku dan Maluku Utara di tingkat berikutnya.
“Ini liga kampung, tapi pemainnya tidak kampungan,” tandasnya saat membuka secara resmi Liga U-17 Antar Kampung Soekarno Cup 2026 Zona Pulau Ambon.
Ketua Askot PSSI Kota Ambon, Saidna Azhar bin Tahir, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut karena dinilai menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pembinaan generasi muda di bidang sepak bola.
Ia berharap kompetisi seperti Soekarno Cup dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. (S-17/S-30)