AMBON, Siwalima.id - Bentrok antar dua kelompok pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, mengakibatkan 1 pemuda mengalami luka dan pangkalan ojek dibakar.
Bentrokan antar pemuda Desa Fiditan kampung Lama dan Fiditan Kmapung Baru itu, terjadi pada, Rabu (17/12) dini hari itu berawal dari peristiwa teriakan minta tolong disertai suara pecahan kaca dari sebuah rumah warga di Kompleks Fiditan Kampung Lama.
Tak lama kemudian terjadilah konsenterasi massa sehingga menimbulkan keresahan dari warga sekitar, bahkan insiden itu sempat munculapi di lokasi kejadian, namun berhasil dipadam oleh warga dan aparat keamanan.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, untuk meredam bentrokan itu, aparat kepolisian bersama personel Brimobda Maluku, bergerak cepat mengamankan situasi. Berkat respons sigap aparat dan dukungan masyarakat, kondisi berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.
“Kejadian bentrokan ini, bermula sekitar pukul 02.20 WIT. Saat itu, warga mendengar teriakan minta tolong disertai suara pecahan kaca dari sebuah rumah warga di Kompleks Fiditan Kampung Lama dan berdasarkan keterangan saksi, sempat muncul api di lokasi kejadian, namun berhasil dipadamkan secara bersama-sama oleh warga dan aparat,” tulis Kombes Rositah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima. Kamis (18/12).
Kombes Rositah menjelaskan, sekitar pukul 02.27 WIT, ketegangan kembali terjadi di area perbatasan kedua wilayah permukiman. Namun, personel Polsek Dullah Utara bersama personel Brimob yang berada di lokasi, segera melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan situasi dan memisahkan kelompok massa.
“Upaya pengamanan terus dilakukan, setelah muncul kerumunan warga di sekitar Puskesmas Fiditan,” jelas Komebs Rositah.
Dalam peristiwa tersebut lanjut Kombes Rositah, satu warga dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, satu pangkalan ojek di depan puskesmas dilaporkan terbakar.
“Pada pukul 03.35 WIT, personel Polres Tual serta personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan lanjutan. Warga juga dihimbau agar kembali ke rumah masing-masing demi menjaga situasi tetap kondusif,” jelas Kombes Rositah.
Ketegangan kembali terjadi lanjut Kombes Rositah, pada Rabu, (17/12) pagi sekitar pukul 10.00 WIT, lantaran terjadi konsentrasi warga di salah satu wilayah permukiman, sebagai dampak dari peristiwa dini hari. Bahkan sempat terjadi aksi pemalangan jalan yang dilakukan warga.
Namun, aparat keamanan bersama pemerintah setempat dan tokoh masyarakat, kemudian melakukan langkah-langkah dialogis, sehingga warga dapat menahan diri dan situasi kembali terkendali.
“Hingga saat ini, kondisi Desa Fiditan dilaporkan aman dan terkendali. Aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrok susulan, serta memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tulis Kombes Rositah.
Polda Maluku mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
“Upaya membangun perdamaian berkelanjutan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga generasi muda, untuk bersama-sama merawat harmoni sosial,” tandas Kombes Rositah.
Sebagai langkah lanjutan, Kamis (18/12) siang direncanakan akan dilaksanakan pertemuan tokoh masyarakat dari kedua kampung di Pendopo Walikota Tual.
Pertemuan tersebut akan melibatkan Forkopimda Kota Tual, guna mencari solusi penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. (S-25)