AMBON, Siwalima.id - Ambon dikenal sebagai kota dengan euforia piala dunia yang cukup ekstrim membuat aparat keamanan harus bekerja ekstra mengamankan para pendukung yang saling sikut ketika bertemu.
Aparat keamanan harus membuat sekat-sekat di sejumlah wilayah, agar pawai ekstrim tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat yang lain.
“Euforia sebagai dukungan kepada tim peserta Piala Dunia tidak boleh sampai membuat Ambon kacau,” tegas Walikota Ambon, Bodewin Wattimena kepada wartawan saat menerima bantuan TPS di Galala, Selasa (2/6).
Pada kesempatan itu dirinya juga mengingatkan seluruh komunitas pendukung tim peserta Piala Dunia agar menjaga ketertiban dan tidak membiarkan euforia sepakbola berubah menjadi gangguan keamanan.
Menurut Bodewin, Piala Dunia merupakan agenda rutin yang digelar setiap empat tahun. Namun, Kota Ambon memiliki karakter tersendiri karena antusiasme masyarakat dalam mendukung tim-tim peserta sangat tinggi.
“Kota Ambon ini agak unik karena semangat dukung-mendukung peserta sangat luar biasa,” ujar walikota.
Ia mengungkapkan, saat masih menjabat sebagai Penjabat walikota, dirinya pernah mengumpulkan komunitas-komunitas suporter untuk menyepakati komitmen menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.
“Silakan mendukung tim favorit, silakan konvoi, silakan pawai, tetapi harus tertib. Yang paling penting adalah menjaga kondusifitas Kota Ambon,” pintanya.
Untuk mengarahkan antusiasme masyarakat ke arah yang positif, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan menggelar pawai konvoi damai yang melibatkan komunitas pendukung berbagai negara peserta.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran bahwa menang maupun kalah dalam sepakbola merupakan hal biasa.
“Dukung-mendukung itu biasa, menang kalah juga biasa. Jangan sampai kalah lalu bikin kacau, atau menang kemudian euforia berlebihan sampai mengejek pendukung lain,” katanya.
Walikota juga menekankan kalau, pemerintah tidak ingin melihat semangat sepakbola berubah menjadi tindakan provokatif, saling sindir berlebihan, atau aksi yang mengganggu ketertiban umum.
“Yang kita tidak mau itu euforia yang berlebihan. Menang berlebihan, kalah bikin ribut, saling mengejek secara berlebihan sampai menimbulkan masalah,” tandasnya.
Ia juga memastikan pemerintah kota akan mengumpulkan seluruh perwakilan komunitas suporter untuk membangun komunikasi dan menyepakati komitmen bersama menjaga keamanan selama pesta sepakbola dunia berlangsung.(S-30)