AMBON, Siwalima.id - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon memastikan produk susu formula bayi yang terdampak peringatan keamanan pangan global sudah ditarik termasuk di Maluku.
BPOM pusat produk yang terdampak adalah S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor bets 51530017C2 serta 51540017A1.
Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan hingga ke tingkat distributor setelah adanya notifikasi internasional terkait keamanan produk susu formula bayi.
“Kami sudah memantau sampai ke distributornya dan sudah kami arahkan agar distributor menarik produk tersebut dari peredaran,” terangnya saat dikonfirmasi Siwalima di Ambon, Rabu (21/1).
Sebelumnya, BPOM pusat dalam rilis resminya menyikapi notifikasi dari EURASFF dan INFOSAN, terkait potensi cemaran toksin cereulide pada produk susu formula bayi produksi Nestlé Suisse SA, Pabrik Konolfingen Swiss.
Dari penjelasan itu, dua bets produk tersebut tercatat masuk ke Indonesia. Namun, hasil pengujian laboratorium menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi pada sampel produk yang diuji, dengan nilai di bawah limit of quantitation atau LoQ < 0,20 µg/kg.
Meski demikian, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat produk tersebut dikonsumsi oleh kelompok rentan, yakni bayi. BPOM juga telah memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk terkait.
PT Nestle Indonesia juga telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap seluruh produk dengan nomor bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM,” demikian keterangan resmi BPOM.
Hingga saat ini, BPOM menyatakan belum menerima laporan adanya kejadian sakit di Indonesia yang terkonfirmasi akibat konsumsi produk susu formula tersebut.
BPOM menjelaskan, toksin cereulide dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas, sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui penyeduhan air panas atau proses pemasakan biasa. Paparan toksin ini dapat menyebabkan gejala seperti muntah hebat, diare, dan kelesuan dalam waktu 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi.
“Kita mengimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets terdampak agar segera menghentikan penggunaan dan mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia,” jelasnya.
Lanjutnya BPOM juga menegaskan produk Nestle lainnya, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan, tetap aman dikonsumsi.(S-25)