TIAKUR, Siwalimanews –Â Cuaca ekstrem yang melanda MaÂluku dalam sebulan terakhir membuat kapal pengangkut BBM terlambat tiba dan membuat masyarakat panik.
Kejadian ini sudah terjadi dalam dua pekan terakhir yang mana terÂjadi antrian panjang di SPBU yang ada maupun agen pengecer minyak di Kota Tiakur.
Pantauan Siwalima, Senin (7/7) pagi terlihat antrian panjang kembali terjadi di salah satu SPBU di kawaÂsan Kampung Babar, Kecamatan Moa.
Menanggapi masalah itu Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam MBD, Imanuel Maupula, yang dikonfirmasi Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (7/7) mengakui sampai hari ini stok BBM yang ada masih 16 ton lebih di SPBU.
âBBM jenis Pertalite kalau sudah dibawa 25 ton atau sekitar 30 ton. Itu berarti kita sudah membatasi sehingga tidak menjual di jalan-jalan,â tegasnya.
Pihaknya juga menghindari penÂjualan BBM eceran di jualan atau pom mini.
Penjualan di pinggir jalan bisa terjadi spekulasi dan biasanya terjadi kenaikan harga oleh penjualan liar.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar stok tetap tersedia dan hargaÂnya juga harus standar.
Kita fokuskan semua di SPBU dengan catatan, pengisian juga kita batasi. Untuk motor 3 liter sedangÂkan mobil 15 liter,â terangnya.
Dirinya juga memastikan BBM masih aman kalau kapal pengangkut masuk pada Selasa 8 Juli.
âKalau terlambat tergantung cuaca, berarti masuk pada hari Rabu pagi,â harapnya.
Olehnya itu, dirinya meminta keÂpada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir karena pemkab MBS terus berkoordinasi dengan SPBU untuk memastikan ketersediaan stok BBM.
âEsok atau lusa kapal sudah masuk. 16 ton BBM yang ada ini bisa bertahan dua hari sampai kapal masuk. Besok sore kalau tidak ada kendalah BBM yang masuk nanti 100 ton,â janjinya.
Setelah itu lanjut ke Romang dan dari Romang kembali ke Saumlaki untuk pengisian dan kembali lagi ke MBD. âJangan panik dan jangan khawatir BBM aman,â ucapnya. (S-28)