AMBON, Siwalimanews – Lahan yang disediakan Pemerintah Kota Ambon seÂbagai lokasi pengungÂsian warga Batu Gajah di kawasan Dusun Waringin Pintu, Kecamatan BaguaÂla diduga bermasalah.
Sebanyak 27 rumah yang menampung pengÂungsi Batu Gajah tersebut diklaim milik tempat UsaÂha Blitz.
Menyikapi hal tersebut, DPRD Kota Ambon mengÂinisiasi rapat dengar penÂdapat dengan mengunÂdang pihak Pemkot Ambon selaku penyedia lokasi, serta warga Batu Gajah yang mendiami lokasi pengungsian tersebut.
Dalam rapat yang berÂlangsung di ruang pariÂpurna DPRD Kota Ambon, Selasa (16/9) Sekretaris Kota Ambon, Robby SapuÂlette memastikan, Pemkot memberi jaminan bagi masyarakat untuk tetap berdomisili di tempat tersebut, dan melakukan negosiÂasi dengan pihak Blitz jika lokasi peÂngungsian tersebut benar maÂsuk kedalam lahan milik mereka.
âKita akan bernegosiasi dengan pihak Blitz agar hal itu bisa diseÂlesaikan, âtegas Sapulette.
Sapulette mengatakan, jika dalam HGB milik Blitz terdapat 27 rumah yang merupakan relokasi pengungsi Batu Gajah, maka PeÂmerintah Kota Ambon berkewaÂjiban untuk menyelesaikannya.
âDi lokasi pengungsian tersebut ada klaim dari pihak Blitz bahwa pembangunan rumah sudah masuk dalam HGB 03 milik Blitz. Pemerintah Kota tetap berupaya keras untuk melakukan pengemÂbalian batas bersama-sama deÂngan pihak Blitz,â janjinya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Fadly Toisutta, mengatakan Waringin Pintu, menjadi relokasi pengungsi dari Batu Gajah. Untuk itu pemeÂrintah punya tanggung jawab untuk kita mendorong dilakukan pentaÂhapan.
Terkait, persoalan lahan dirinya meminta pemkot untuk segera menyelesaikan dan menjelaskan kepada para pengungsi agar tidak menimbulkan keresahan.
âTadi juga sudah dijelaskan bahÂwa pemkot akan turun ke loÂkasi, kami harap masyarakat menÂdapat penjelasan terkait persoalan terseÂbut, dan mendapat kepastian berupa kepastian hukum, âjelas Toisutta.
Komisi I DPRD Kota Ambon sendiri lanjutnya, akan melakukan pengawasan dan mendorong Pemkot untuk segera melakukan upaya negosiasi.
âHarapan kita dalam minggu ini kita akan turun on the spot dan memberikan kejelasan terhadap sertifikat di 27 rumah Waringin Pintu ini, â tandasnya. (S-10)