AMBON, Siwalima.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku memastikan akan mengawasi harga bahan pokok di pasar jelang Idul Adha 1447 hijriah.
Pengawasan dilakukan guna memastikan tidak terjadi spekulasi harga yang sengaja dimainkan oknum-oknum tertentu guna meraup keuntungan dari harga yang ditetapkan TPID.
Kepala Dinas Perindag Maluku, Jais Ely menjelaskan terus menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan melakukan beberapa upaya seperti pengawasan pasar distribusi stok, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah.
“Upaya-upaya ini kita dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” ucap Jais Kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (16/5)
Bukan hanya di Ambon, Jais mengungkapkan, Disperindag juga melakukan pemantauan harga dan stok pangan di 11 kabupaten/kota agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup menjelang Idul Adha.
Menurutnya stok bahan pokok saat ini dalam kondisi aman dan terkendali dalam jumlah yang cukup hingga beberapa bulan sehingga seperti beras, minyak goreng dan lainnya sehingga masyarakat harus bijak dalam berbelanja.
Disperindag kata Jais juga setiap hari menampilkan harga bahan pokok melalui dashboard yang tersedia di pasar baru Mardika guna memberikan kepastian kepada masyarakat saat berbelanja.
Ia menjelaskan pengawasan pasar dilakukan secara langsung bersama tim satuan tugas pangan, termasuk di Pasar Mardika Ambon guna memastikan para pedagang tidak menjual kebutuhan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pengawasan ini penting untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat memicu inflasi daerah menjelang hari raya. Kalau kedapatan Satgas langsung tindak tegas,” tegas Jais.
Dia memastikan, Pemprov Maluku terus memperkuat sinergi distribusi dan pengendalian stok pangan antar wilayah guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, termasuk distribusi telur dan komoditas penting lainnya ke Ambon, Namlea, Masohi dan wilayah Seram. “Koordinasi dengan distributor, Bulog serta pemerintah kabupaten atau kota terus dilakukan agar jalur distribusi pangan tetap lancar meski kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri,” tandasnya. (S-20)