AMBON, Siwalima.id - Diduga akibat korsleting, dua unit rumah di kawasan Kompleks Pohon Mangga, Air Salobar, tepatnya di lingkungan RT002/RW006, Kelurahan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (9/5) malam ludes terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua mengaku, laporan kebakaran diterima petugas melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 23.16 WIT.
Laporan tersebut disampaikan oleh pelapor bernama Asril, sementara rumah yang terdampak diketahui milik seorang warga bernama ibu Murni.
“Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dan tiba untuk melakukan pemadaman pada pukul 23.24 WIT. Response time sekitar delapan menit,” ujar Alfredo kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (10/5).
Menurutnya, dalam proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan 18 personel dan dua unit mobil pemadam dari Markas Komando.
Operasi penanganan melibatkan Platon A sebagai tim utama, dibantu satu personel dari Platon B dan dua personel dari Platon C.
“Api membakar dua unit rumah. Untuk kerugian material hingga saat ini belum dapat diketahui,” jelas Alfredo.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan kata Alfredo, situasi di lokasi kejadian kembali dinyatakan aman pada pukul 01.01 WIT. Seluruh personel kemudian kembali ke pos untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.
Gudang Sekolah Terbakar
Sementara pada hari yang sama juga kebakaran kembali terjadi, kali ini menimpa gudang SMP YPPK Ambon di Jalan Diponegoro Nomor 61, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Minggu (10/5).
Peristiwa ini ujar Alfredo diterima petugas juga melalui layanan darurat 112 dari seorang pelapor bernama Yoska pada pukul 14.36 WIT.
“Petugas menerima laporan pukul 14.36 WIT dan tiba di lokasi serta langsung melakukan pemadaman pada pukul 14.40 WIT, sehingga response time tercatat empat menit,” ujar Hehamahua.
Dugaan sementara penyebab kebakaran ini kata Alfredo, juga berasal dari korsleting listrik di gudang sekolah tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penanganan kebakaran itu, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 15 persenel dari pleton B dengan menurunkan dua unit mobil pemadam dari markas komando serta satu unit mobil pemadam dari Pos Passo dengan empat personel.
“Situasi dinyatakan aman pada pukul 15.20 WIT dan seluruh petugas kembali ke pos untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan,” ucap Alfredo.
Hingga kini, kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum dapat ditaksir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika terjadi keadaan darurat.
Selain itu masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dise-babkan oleh instalasi listrik. Jika terjadi kebakaran masyarakat diminta untuk menghubungi layanan darurat kebakaran antara lain, Pos Ambon 0911-351113, Pos Passo 0911-361113, Pos Hative Besar 0911-3670113 atu ke Call Center 112. (S-30)