BAGIAN Ekonomi dan Sumber Daya Alam (EKSDA) Kabupaten Maluku Barat Daya secara rutin melakukan pengawasan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Tiakur dan sekitarnya.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh baik di SPBU, Agen dan Pangkalan dan dilakukan pengawasan kepada BBM jenis bensin maupun minyak tanah (Mitan).
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Kabupaten Maluku Barat Daya, Imanuel Maupula, mengakui pihaknya secara rutin melaksanakan pengawasan di lapangan.
Sehingga sampai saat ini BBM di Kabupaten MBD masih tetap aman.
âKarena sudah ada pegawai yang banyak karena penambahan pegawai P3K sehingga nantinya saya akan membuat Tim untuk terus rutin pengawasan. Agar setiap minggu itu kita bisa mengetahui bensin, solar dan mitan sisa berapa ton khusus di Tiakur,â ujarnya kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Rabu (8/10).
Tujuan dibentuk tim untuk pengawasan agar kata Imanuel bahwa apabila terjadi kelangkaan BBM pihaknya sudah bisa mengetahui sebelumnya.
âMisalnya bensin tinggal 10 ton, disitu kita (pihaknya) sudah bisa kontak dengan pemilik SPBU atau perusahan untuk menanyakan atau memastikan kapan BBM-nya tiba atau datang sehingga ruang untuk kelangkaan bisa diantisipasi, begitu pula dengan Mitan,â katanya.
Dia mengakui ruang kelangkaan BBM di MBD khusus Tiakur ini sangat kecil dan walaupun stoknya berkurang di SPBU tetapi tidak terjadi kelangkaan.
âSampai di bulan Oktober 2025 ini untuk sementara BBM di MBD masih aman. Tetapi saya mengÂantisipasinya pada pertengahan bulan Desember atau akhir Desember ke Januari karena cuaca ekstrim. Olehnya karena itu diperketat pengawaÂsan sehingga kita bisa mendeteksi dini terkait dengan kelangkaan,â pungkas Imanuel. (S-28)