AMBON, Siwalima.id - Empat calon Sekretaris Kota Ambon dipastikan akan menjalani asesmen di Kementerian Dalam Negeri yang berlangsung diawal bulan Mei mendatang.
Keempat calon sekot tersebut masing-masing, Apries Gaspersz, Robby Sapulette, Richard Luhukay dan Steven Dominggus.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang dikonfirmasi Siwalima usai peresmian sekolah lansia di Dusun Seri, Desa Urimessing, Selasa (28/4) membenarkan informasi tersebut.
“Benar, keempat calon sekot ini dijadwalkan akan mengikuti tahapan asesmen di Kementerian Dalam Negeri,” ucap walikota.
Proses asesmen ini menurut walikota, sebagai bagian dari proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk jabatan Sekretaris Kota Ambon.
“Diawal bulan Mei, mungkin tanggal 1 Mei nanti, keempat calon ini sudah harus berangkat ke Jakarta untuk ikut asesmen di Kemendagri,” tutur walikota.
Walikota mengaku, keputusan memberangkatkan para kandidat ke Jakarta, dilakukan sebagai langkah efisiensi anggaran. Pemerintah Kota Ambon memilih mengirim empat calon dibanding harus mendatangkan tim besar ke Ambon.
“Kita hemat biaya. Lebih baik empat calon sekot berangkat daripada tim yang banyak ke sini,” ucap walikota.
Walikota menjelaskan, para peserta akan mengikuti asesmen di Assessment Center Kemendagri. Nantinya, hasil penilaian ini, ditentukan oleh para asesor berdasarkan seluruh indikator yang telah ditetapkan.
“Nanti hasil asesmen itu para asesor yang memutuskan. Semua nilainya diberikan dan akumulasi nilai disampaikan kepada saya selaku pejabat pembina kepegawaian,” jelas walikota.
Setelah menerima hasil asesmen, walikota mengaku, dirinya akan melanjutkan tahapan berikutnya, berupa uji publik terhadap para calon, yang akan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh masyarakat, baru kemudian akan dilakukan semacam uji publik.
Proses seleksi Sekot Ambon ini, diharapkan berjalan transparan, objektif dan menghasilkan pejabat definitif yang mampu memperkuat kinerja birokrasi serta pelayanan publik di Kota Ambon.
Presentasi Makalah
Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia Seleksi Sekot Ambon Sadli Ie mengaku, seleksi calon Sekot Ambon tahun 2026 ini diikuti oleh empat calon.
Para pejabat yang mengikuti seleksi ini akan dinilai lewat presentasi makalah dan wawancara oleh tim seleksi, untuk nantinya menentukan tiga nama terbaik.
Proses seleksi ini berjalan objektif dan ketat, dimana setiap peserta telah diuji melalui pemaparan makalah yang kemudian didalami lagi lewat sesi wawancara.
“Sekarang tim sedang bekerja menilai empat kandidat. Mereka sudah menyampaikan presentasi makalah, lalu diuji kembali melalui wawancara. Semua hasil akan kami kumulatifkan untuk menetap¬kan tiga besar,” beber Sadli kepada Siwalima di Ambon, Senin (27/4).
Menurut Sadli, jabatan sekot bukan posisi seremonial, melain¬kan motor utama birokrasi daerah yang harus mampu menggerakkan roda pemerintahan secara efektif.
Selain itu, tugas sekot juga telah diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah, yakni membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, mengkoordinasikan organisasi perangkat daerah hingga memastikan pelayanan publik berjalan maksimal.
Namun lebih dari itu, Sekot Ambon juga harus punya kekuatan manajerial dan visi besar. Yang paling penting adalah, bagaimana peran strategis sekot dimainkan untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang tertuang dalam visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Ambon.
“Kita berharap, figur yang terpilih nanti bukan sekadar pejabat administratif, tetapi sosok pemimpin birokrasi yang tegas, cerdas, mampu menata organisasi, dan sanggup menerjemahkan janji politik kepala daerah menjadi kerja nyata bagi masyarakat Kota Ambon.(Mg-1)