AMBON, Siwalima.id – Gempa dengan Magnitudo 6.0 mengguncang Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (20/11).
Gempa yang terjadi pada pukul 15.59.44 WIT itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,69° Lintang Selatan, 128,40° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 23 km arah Tenggara Ambon, Maluku, pada kedalaman 116 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Banda,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, sesaat setelah gempa.
Berdasarkan hasil analisis lanjut Daryono, mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (Oblique- Normal).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Amahai dengan skala intensitas III-IV MMI atau dirasakan bila siang hari orang banyak dalam rumah, sementara Ambon, Kairatu, Namlea, Saparua, Piru, Sorong dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Gempa ini juga dirasakan di Fak - Fak dan Obi dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang .
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis Daryono dalam rilis tersebut.
Ia mengaku, hingga pukul 16.20 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat juga diminta, untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-07)