AMBON, Siwalima.id - General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan mengakui sarana dan prasarana (Sarpras) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak ramah bagi disabilitas.
Pasalnya, di area Pelabuhan maupun ruang tunggu penumpang tidak tersedia papan informasi huruf braille, audio screen reader atau pengumuman suara, ubin pemandu atau building block, penanda ramah disabilitas, maupun pegangan rambat.
“Memang diakui fasilitas pada bangunan lama memang belum sepenuhnya ramah disabilitas,” terangnya, kepada wartawan, saat buka puasa bersama media pers Ambon, Jumat (12/3).
Kendati demikian, Zahlan menegaskan saat ini, pihaknya telah disiapkan dukungan pelayanan melalui posko, kursi roda, serta bantuan petugas bagi penumpang berkebutuhan khusus, terutama saat periode arus mudik yang biasanya mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Kedepan, melalui proyek renovasi terminal yang sedang berjalan, Pelindo memastikan bahwa fasilitas pelabuhan telah dirancang lebih ramah disabilitas, termasuk penyediaan akses khusus serta fasilitas pendukung lainnya.
“Karena sarana dan prasarana yang tidak ramah disabilitas sehingga telah dilakukan renovasi Terminal Penumpang di Pelabuhan Ambon dan saat ini sudah masuk progress 18 persen lebih dari 17 persen pada periode ini,” ujarnya.
Zahlan juga menjelaskan berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, terutama di Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon khusus persiapan arus mudik lebaran.
“Lebaran merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk regulator, operator kapal, serta pihak terkait lainnya, sehingga sejumlah pembenahan fasilitas telah dilakukan, di antaranya penataan ruang tunggu penumpang, penambahan kursi, peningkatan sistem informasi dan pengeras suara, hingga perbaikan pencahayaan di area terminal. Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis seperti area dermaga, parkir kendaraan, hingga area check-in penumpang,” bebernya.
Zahlan juga menjelaskan, terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi perhatian. Sebagian PKL yang sebelumnya berjualan di dalam kawasan parkir telah dipindahkan ke area depan pelabuhan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan penumpang.
Sementara dari sisi kapasitas terminal penumpang, Pelindo menyebut tingkat pemanfaatan saat ini masih berada di kisaran 30 hingga 36 persen dari total kapasitas yang tersedia. Bahkan pada puncak arus mudik diperkirakan hanya mencapai sekitar 40 persen, sehingga dinilai masih cukup untuk menampung lonjakan penumpang.
Selain arus penumpang, Pelindo juga mencatat peningkatan arus logistik di Terminal Peti Kemas Ambon yang hingga Februari 2026 tercatat mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, kami telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penambahan fasilitas tambatan kapal, peningkatan kapasitas alat bongkar muat, hingga penguatan sistem operasional yang berjalan selama 24 jam,” katanya.(S-08)