SIWALIMA.id > Berita
GM Pelindo Akui Sarpras di Pelabuhan tak Ramah Disabilitas
Daerah | Jumat, 13 Maret 2026 pukul 14:26 WIT

AMBON, Siwalima.id - General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan mengakui sarana dan prasarana (Sarpras) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak ramah bagi disabilitas. 

Pasalnya, di area Pelabuhan mau­pun ruang tunggu penumpang tidak tersedia papan informasi huruf braille, audio screen reader atau peng­umuman suara, ubin pemandu atau building block, penanda ramah disabilitas, maupun pegangan rambat.

“Memang diakui fasilitas pada bangunan lama memang belum sepenuhnya ramah disabilitas,” terangnya, kepada wartawan, saat buka puasa bersama media pers Ambon, Jumat (12/3).

Kendati demikian, Zahlan mene­gaskan saat ini, pihaknya telah di­siapkan dukungan pelayanan mela­lui posko, kursi roda, serta bantuan petugas bagi penumpang berke­butuhan khusus, terutama saat periode arus mudik yang biasanya mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Kedepan, melalui proyek renovasi terminal yang sedang berjalan, Pelindo memastikan bahwa fasilitas pelabuhan telah dirancang lebih ramah disabilitas, termasuk penye­diaan akses khusus serta fasilitas pendukung lainnya.

“Karena sarana dan prasarana yang tidak ramah disabilitas sehi­ngga telah dilakukan renovasi Terminal Penumpang di Pelabuhan Ambon dan saat ini sudah masuk progress 18 persen lebih dari 17 persen pada periode ini,” ujarnya. 

Zahlan juga menjelaskan berbagai langkah persiapan yang telah dila­kukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, terutama di Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon khusus persiapan arus mudik lebaran.

“Lebaran merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk regulator, operator kapal, serta pihak terkait lainnya, sehingga sejumlah pembenahan fasilitas telah dilakukan, di antaranya penataan ruang tunggu penumpang, penam­bahan kursi, peningkatan sistem infor­masi dan pengeras suara, hingga perbaikan pencahayaan di area terminal. Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat dengan pemasangan kamera penga­was (CCTV) di sejumlah titik strategis seperti area dermaga, parkir ken­daraan, hingga area check-in penum­pang,” bebernya.

Zahlan juga menjelaskan, terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi perhatian. Sebagian PKL yang sebelumnya berjualan di dalam kawasan parkir telah dipin­dahkan ke area depan pelabuhan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan penumpang.

Sementara dari sisi kapasitas terminal penumpang, Pelindo menye­but tingkat pemanfaatan saat ini masih berada di kisaran 30 hingga 36 persen dari total kapasitas yang tersedia. Bahkan pada puncak arus mudik diperkirakan hanya mencapai sekitar 40 persen, sehingga dinilai masih cukup untuk menampung lonjakan penumpang.

Selain arus penumpang, Pelindo juga mencatat peningkatan arus logistik di Terminal Peti Kemas Ambon yang hingga Februari 2026 tercatat mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Untuk menganti­sipasi peningka­tan tersebut, kami telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pe­nambahan fasilitas tambatan kapal, peningkatan kapasi­tas alat bongkar muat, hingga pengu­atan sistem operasional yang berjalan selama 24 jam,” katanya.(S-08)

BERITA TERKAIT