SAPARUA, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak seluruh masyarakat Negeri Haria agar terus merawat semangat hidup orang basudara.
Ajakan ini disampaikan gubernur saat menghadiri perayaan Natal Haria se-dunia yang berlangsung di Lapangan Negeri Haria, Senin (29/12) malam.
Menurut gubernur, perayaan Natal Haria se-dunia, secara tidak langsung berarti menghidupi kearifan lokal dalam falsafah hidup orang basudara, yang harus terus dipelihara lintas generasi dan menembus segala zaman.
“Ketika kita menyebut Negeri Leawaka Amapati atau Haria, tentu sebutan ini menyedot seluruh energi kehidupan anak negeri, masyarakat adat Haria dan semua anak cucu serta pertaliannya ke dalam ikatan darah, kekeluargaan dan persaudaraan lintas generasi,” ucap gubernur.
Ikatan hidup orang basudara kata gubernur, merupakan cerminan kasih seperti kasih Kristus yang universal dan saat ini ditransformasikan menjadi energi positif untuk mendukung perkembangan negeri.
Pemerintah daerah pun menjadikan ikatan persaudaraan sebagai energi positif membangun daerah dengan meminta dukungan serta partisipasi semua masyarakat adat, baik yang ada di Maluku mapun para diaspora di seluruh belahan dunia.
“Momentum ini, bukan sekedar seremoni keagamaan saja melainkan bukti nyata dari kuatnya ikatan persaudaraan Negeri Haria yang melintasi batas-batas geografis, kuatnya cinta kepada negeri dan cinta kepada Maluku, par Maluku pung bae,” tegas gubernur.
Oleh karena itu, dalam momentum yang sakral itu, gubernur mengajak masyarakat Haria, baik yang ada di negeri maupun di tanah rantau, untuk terus merawat persaudaraan hidup orang basudara yang telah diajarkan leluhur.
Apalagi, Maluku merupakan laboratorium perdamaian dan sukacita Natal harus dimaknai bukan hanya milik umat Kristiani saja, tapi kegembiraannya dirasakan juga seluruh masyarakat Maluku dalam semangat pela gandong.
Pemprov Maluku lanjut gubernur, terus berkomitmen dalam bersinergi dengan seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat Haria untuk mendapat masukan, saran, bahkan kritik yang membangun, demi kemajuan pembangunan di daerah ini.
“Partisipasi aktif dari masyarakat Haria sangat kami harapkan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera par Maluku pung bae, termasuk dengan menjaga stabilitas dan keamanan daerah ini dengan terus memupuk toleransi antar sesama anak Maluku,” tandas gubernur.
Gubernur berharap, momentum Natal se-dunia dapat dijadikan sarana memperkuat solidaritas sosial, membentuk karakter generasi muda, menyongsong Indonesia emas 2045 seperti visi besar Presiden dan Wakil Presiden.
Oleh karena itu, perlu adanya perhatian pada sektor pendidikan anak Negeri Haria dan peningkatan taraf kesejahteraan, melalui berbagai aktivitas ekonomi kerakyatan sesuai potensi pangan lokal dan komoditi endemik wilayah.(S-20)