AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku menjamin, akan segera melakukan penanganan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak, akibat bentrokan yang terjadi antar Warga Negeri Morela dan Hitu Mesing, beberapa waktu lalu.
Jaminan ini, disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, usai bertemu dengan tokoh masyarakat Negeri Hitu Mesing, perwakilan Kodam Pattimura, Polda Maluku, Polresta Ambon serta masyarakat Hitu Messing yang merasa menjadi korban dari peristiwa bentrok dua negeri tersebut.
Pemerintah Provinsi kata gubernur, tentu menyesalkan terjadinya peristiwa bentrok antar dua negeri tersebut yang telah berdampak pada kerusakan yang ditimbulkan.
“Pemerintah Provinsi bersama Pemkab Maluku Tengah, berkomitmen untuk segera memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat peristiwa tersebut,” ucap gubernur kepada wartawan di Kantor Gubernur, Kamis (5/3).
Semua upaya yang dilakukan pemerintah provinsi kata gubernur, bertujuan agar tercapai perdamaian yang permanen di antara kedua negeri tersebut, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa ada ketakutan.
“Kami juga berharap tindakan pemblokiran di ruas jalan utama dapat segera dihentikan, karena pemerintah telah memberikan komitmen untuk melakukan pemulihan,” pinta gubernur.
Pada kesempatan itu, gubernur mengajak semua elemen masyarakat, khususnya di Negeri Hitu Mesing dan Morela agar kembali hidup dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, mematuhi aturan hukum serta mempercayakan penyelesaian setiap persoalan kepada aparat penegak hukum dan mekanisme hukum yang berlaku.
Bentrok
Bentrok antar warga kembali pecah di wilayah perbatasan Negeri Hitu Messing dan Morella, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (7/2) dini hari.
Akibat bentrok tersebut, 5 rumah warga Hitu terbakar dan 4 orang mengalami luka tembak, masing-masing dua warga sipil dan dua anggota polisi.
Bentrokan tersebut tak sempai meluas lantaran aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi, sehingga kembali kondusif dan warga dari kedua negeri ini dihimbau untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.10 WIT. Saat itu, sekelompok warga diduga memasuki wilayah Negeri Hitu melalui jalur pantai dan melakukan penyerangan.
“Aparat yang sedang siaga langsung merespons untuk mencegah konflik meluas serta melindungi keselamatan masyarakat,” jelas Kombes Rositah.
Anggota polisi yang bertugas di Pos PAM Dusun Tibang kata Kombes Rositah, melakukan langkah pengamanan setelah mendengar suara ledakan dengan mengambil langkah taktis bertahan di titik aman, sambil menunggu bantuan kekuatan tambahan.
Mendengar situasi tersebut, Kapolresta Ambon bersama jajaran, termasuk unsur intelijen, operasional, serta personel bantuan dari Brimob dan Samapta Polda Maluku, kemudian turun ke lokasi.
“Aparat gabungan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan dan memukul mundur massa guna mencegah eskalasi lanjutan. Akibat peristiwa tersebut, 5 rumah warga di Negeri Hitu dilaporkan terbakar,” jelas Kombes Rositah.
Selain rumah warga terbakar, empat korban juga mengalami luka tembak, masing-masing dua anggota Polri dan dua warga sipil.
Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara dan RSUP dr J Leimena Ambon dengan kondisi stabil.
“Hingga pukul 03.00 WIT, massa telah kembali dari wilayah perbatasan dan situasi dapat dikendalikan,” ujar Kombes Rositah.
Polda Maluku memastikan, penjagaan dan patroli masih terus dilakukan, disertai pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan.(S-20)