AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku akan lebih selektif dalam menerbitkan perizinan galian C bagi siapapun yang sedang bermohon.
Penegasan ini, disampaikan gubernur saat bertemu Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan perangkat Desa (Ohoi) Tamngil, terkait permohonan izin aktivitas penambangan galian C oleh PT Batu Hitam di wilayah petuanan Ohoi Tamngil, Kecamatan Kei besar Selatan, Maluku Tenggara, Kamis (4/6).
Gubernur menjelaskan, selaku kepala daerah yang memegang kewenangan absolut dalam pemberian izin galian C, dirinya tidak akan serta-merta langsung mengeluarkan persetujuan.
Setiap perusahaan yang ingin beroperasi di Maluku, harus menempuh seluruh prosedur hukum dan mekanisme administrasi yang berlaku, guna menghindari konsekuensi hukum di masa mendatang.
“Sebagai gubernur yang punya kewenangan untuk memberi izin kepada pertambangan galian C, saya tidak mau salah dalam mengambil keputusan atau membuat kebijakan. Saya harus memastikan semua mekanisme dan prosedur itu dipenuhi,” tegas gubernur.
Menurutnya, sebagai gubernur, sama sekali tidak berniat untuk memperlambat atau menahan proses perizinan investasi, sebab Provinsi Maluku membutuhkan invetasi untuk mendorong dan mempercepat pembangunan.
Artinya, jika seluruh telaah teknis dari dinas terkait seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan telah sesuai aturan, maka perizinan akan segera diproses dan diterbitkan pemprov.
“Bagi kami, sepanjang seluruh persyaratan sesuai aturan sudah dipenuhi, maka izin tetap kami berikan,” jelas gubernur.
Terkait permohonan izin aktivitas penambangan galian C oleh PT Batu Hitam, gubernur menyambut baik langkah proaktif Bupati Maluku Tenggara dan masyarakat Ohoi Tamngil yang telah menyertakan surat keterangan pernyataan persetujuan bersama.
Walaupun telah mengantongi dukungan penuh dari masyarakat setempat, namun gubernur secara khusus minta komitmen dari Kepala Desa dan seluruh perangkat Ohoi Tamngil agar berdiri teguh membela keputusan diambil apabila di kemudian hari muncul reaksi negatif dari pihak luar yang tidak berkepentingan.
“Saya minta kepada pak kades dan perangkat, tolong nanti pasca ini kalau semua mekanisme sudah dipenuhi dan izin sudah didapat, bapak-bapak juga harus tegak berdiri di posisi untuk membela pernyataan yang bapak-bapak telah buat ini,” ucap gubernur.
Gubernur juga menghimbau masyarakat untuk terus menjaga kedamaian, kerukunan dan menghindari konflik internal, sebab iklim daerah yang aman dan kondusif merupakan kunci utama agar investasi dan pembangunan dapat masuk secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(S-20)