AMBON, Siwalima.id - Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk Maluku tahun 2025 mencapai 1,97 juta jiwa.
Selama periode 2010-2025, jumlah penduduk mengalami peningkatan dari 1,53 juta jiwa hasil SP 2010 menjadi 1,97 juta jiwa hasil Supas 2025.
“Laju pertumbuhan penduduk Maluku mengalami perlambatan menjadi 1,35 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir,” terang Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.
Pattiwaellapia menjelaskan hasil Supas 2025 menunjukkan proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,61 %, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil SP 2010 sebesar 59,82 persen.
Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) menunjukkan pola yang berbeda. Untuk kelompok umur 0-14 tahun mengalami penurunan dibandingkan SP 2010 dari 36, 15 % menjadi 25,25 %.
Sedangkan untuk kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP 2010 yaitu dari 4,03 % menjadi 6,14 %.
“Perubahan komposisi penduduk kelompok umur tersebut menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0-14 tahun dan melebar di kelompok umur 15-64 tahun,” katanya.
Dengan memperhatikan komposisi kelompok umur tersebut lanjutnya dapat dihasilkan indikator rasio ketergantungan yang merupakan perbandingan penduduk usia nonproduktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Hasil Supas 2025 menunjukkan rasio ketergantungan sebesar 45,76. Artinya dari 100 orang penduduk usia produktif menanggung 46 orang penduduk usia nonproduktif.
Rasio ketergantungan pada periode 2010-2020 menunjukkan tren yang menurun dari 67,17 pada SP 2010 menjadi 46,92 pada SP 2020.
Hasil Supas 2025 menunjukkan rasio ketergantungan menurun mencapai 45,76 untuk Provinsi Maluku dan rasio ketergantungan kabupaten dan kota.
“Selama periode 2020-2025, rasio ketergantungan masih berada di bawah 50 dan Maluku masih dalam fase bonus demografi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk komposisi penduduk menurut generasi memberikan gambaran yang komprehensif tentang dinamika demografi.
Berdasarkan tahun kelahiran, penduduk dapat dikelompokkan menjadi generasi pre-boomer, baby boomer, generasi X, milenial, generasi Z, dan post generasi Z.
Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 28,28 persen, diikuti oleh generasi milenial sebesar 24,78 persen. Kombinasi kedua generasi muda ini mencakup lebih dari separuh populasi Maluku, menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini.
“Kontribusi dari empat generasi lain mencapai 46,94 persen yang terdiri dari post generasi Z sebesar 21,40 persen, generasi X sebesar 16,45 persen, generasi baby boomer sebesar 8,21 persen dan pre-boomer sebesar 0,88 persen,” tandasnya.(S-09)