SIWALIMA.id > Berita
Kabinda: Ada Penyusup di Demo 1 September
Daerah | Rabu, 3 September 2025 pukul 22:47 WIT

AMBON, Siwalimanews – Aksi demonstrasi yang berlangsung Senin 1 September  di Kantor DPRD Maluku ternyata ada penyusup yang mencoba memprovokasi massa.

Buktinya ditemukan bekas tembakan peluru di pintu masuk utama Kantor DPRD Maluku ketika aksi massa melakukan orasi

Pantauan di lapangan memperlihatkan adanya lubang kecil menyerupai bekas tembakan di pintu gedung Kantor DPRD Maluku. Tepatnya disamping atau berdekatan ruang Fraksi PDI Perjuangan.

Dugaan kuat, tembakan itu berasal dari senapan angin yang digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab saat aksi berlangsung.

Informasi yang dihimpun Siwalima menyebutkan saat ini aparat (Binda Maluku-red) tengah melakukan penyelidikan guna memastikan siapa pelaku dan motif di balik aksi penembakan itu.

Kepala BIN Maluku, Kolonel Paskhas R. Harrys Soeryo Mahendro, yang dikonfirmasi Siwalima melalui chatting WhatsApp mengaku pihaknya tengah mengusut dugaan penembakan tersebut.

“Baru sebatas info belum dengan bukti petunjuk. Saat ini juga kami tengah melakukan pulbaket dan koordinasi dengan instansi terkait,” Akui Kabinda singkat.

Bersihkan Sampah

Sementara itu pasca aksi demonstrasi OKP Cipayung di depan Gerbang Polda Maluku, Selasa (2/9) dilanjutkan dengan aksi bersih sampah yang dilakukan bersama aparat.

Usai menyuarakan aspirasi, para massa aksi bersama personel Propam Polda Maluku membersihkan sampah yang berserakan di lokasi.

Sampah plastik, botol air mineral, hingga kertas sisa aksi dikumpulkan bersama-sama.

“Kami merasa penting untuk memberikan contoh nyata kepa­-da masyarakat, bahwa meskipun ada perbedaan pandangan, kita tetap memiliki tanggung jawab bersama menjaga kebersihan dan ketertiban,” ujar seorang mahasiswa.

Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Indera Gunawan, dalam rilisnya mengapresiasi langkah mahasiswa.

“Ini adalah bentuk nyata solidaritas sosial. Kami di Polda Maluku berkomitmen tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga turut berperan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Tindakan seperti ini bisa menjadi contoh baik bagi kita semua,” katanya.

Warga Memberi Apresiasi

Aksi bersih yang dilakukan mahasiswa dengan aparat mendapat apresiasi dari warga sekitar lokasi demonstrasi.

“Melihat mahasiswa dan aparat saling bekerja sama membersihkan sampah pasca aksi demo, saya merasa bangga. Ini membuktikan bahwa kita bisa berbeda pendapat, tapi tetap punya tanggung jawab sosial,” kata Siti Aminah warga yang berada di lokasi.

Bripka Coenrad Istia, personel Propam yang ikut serta dalam pembersihan, menambahkan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

“Bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi semua orang yang menggunakan ruang publik,” ujarnya. (S-26/S-25)

BERITA TERKAIT