AMBON, Siwalima.id - Pasca video viral seorang pedagang yang mengeluhkan barang dagangannya dicuri di Pasar Mardika baru yang viral di media sosial fecebook, gubernur langsung memerintahkan Kadisperindag, Jais Ely dan sejumlah stafnya untuk berkantor di pasar itu.
Kebijakan ini diambil, dengan tujuan agar Kadisperindag dan jajaran bisa lebih dalam lagi dan melihat langsung problematika di Pasar Mardika secara dekat, sehingga kebijakan yang nantinya diambil efektif dan tepat sasaran.
“Yang baru terungkap ini kan kebanyaknya kasus pencurian dan penanganan sampah, artinya kalau kadis dan beberapa kabid berkantor disana, maka bisa memantau mulai dari sistem pengamanan hingga pengamatan melalui CCTV dan sebagainya,” tandas Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (24/3).
Selain mengecam aksi pencurian dan memerintahkan kadisperindag serta sejumlah kabidnya berkantor di Pasar Mardika kata Kasrul, gubernur juga memerintahkan kadisperindag untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Aksi pencurian yang terjadi di pasar baru Mardika, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan, karena merusak citra pemerintah daerah.
“Pemprov tentunya menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang dan masyarakat yang selama ini menjadi korban pencurian di pasar baru Mardika. Pak gubernur sudah mengarahkan Disperindag untuk lakukan evaluasi secara menyeluruh,” jelas Kasrul.
Menurutnya, sesuai hasil kajian cepat yang dilakukan dari Kadisperindag, ternyata langkah pertama yang harus dilakukan dalam waktu dekat yakni dilakukan pemebenahan dari dalam.
Pembenahan tersebut, dimulai dari SDM pada Unit Pengelola Pasar Mardika, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dan sekarang lagi berproses untuk memperbaiki SDM tersebut.
“Saya Pastikan perintah gubernur terkait evaluasi tata kelola di Pasar Baru Mardika merupakan bentuk komitmennya untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berbelanja.
Walikota
Terpisah Walikota Ambon Bodewin Wattimena, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para pedagang di Pasar Mardika baru.
Walikota menegaskan, pemerintah kota tidak menutup mata terhadap persoalan keamanan di area pasar dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola pasar dan aparat keamanan, untuk meningkatkan pengawasan.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Keamanan pedagang menjadi prioritas dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi,” janji walikota.
Walikota juga menghimbau para pedagang untuk segera melaporkan setiap kejadian kehilangan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Selain itu, Pemkot Ambon juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di Pasar Mardika, termasuk efektivitas penggunaan kamera pengawas (CCTV) serta penempatan petugas keamanan di titik-titik rawan.
Video Viral
Video keluhan seorang pedagang di Pasar Mardika baru yang mengaku kehilangan barang dagangan viral di media sosial Facebook. Video berdurasi 1 menit 55 detik itu memicu perhatian publik, terutama terkait keamanan fasilitas pasar yang disediakan pemerintah.
Teti Salasiwa pedagang yang dagangannya dicuri, dalam video tersebut mengungkapkan kesedihannya, karena barang dagangan yang dikumpulkan dengan susah payah justru hilang akibat pencurian yang disebut telah terjadi berulang kali.
“Beta sangat sedih, beta kumpul uang susah payah untuk usaha ini, tapi kamong ambil akang begitu saja,” ungkap Teti dalam video tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi Pasar Mardika, khususnya Gedung Baru, yang menurutnya tidak memberikan rasa aman bagi para pedagang. Padahal, fasilitas tersebut dibangun pemerintah untuk menunjang aktivitas jual beli.
“Tempat yang paling aman pemerintah bikin, tapi tidak aman bagi beta. Barang-barang semua hilang. Bagaimana ini?,” keluhnya.
Teti bahkan minta perhatian langsung dari pemerintah daerah, termasuk Walikota Ambon dan Gubernur Maluku serta Wakil Gubernur, agar segera mengambil langkah tegas. Pasalnya ia menilai, jika kondisi tersebut tidak dapat ditangani, maka keberadaan gedung tersebut menjadi sia-sia.
“Kalau tidak bisa urus gedung ini, lebih baik bongkar saja. Percuma ada gedung, ada kamera, tapi tidak aman,” ucap Teti dalam video tersebut.(S-20/Mg-1)