SIWALIMA.id > Berita
Kadis Perindag Diperintahkan Berkantor di Pasar Mardika
Daerah , Headline | Rabu, 25 Maret 2026 pukul 15:07 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pasca video viral se­orang pedagang yang mengeluhkan barang daga­ngan­nya dicuri di Pasar Mardika baru yang viral di media sosial fecebook, gubernur langsung memerintahkan Kadisperindag, Jais Ely dan sejumlah stafnya un­tuk berkantor di pasar itu.

Kebijakan ini diambil, dengan tujuan agar Ka­disperindag dan jajaran bisa lebih dalam lagi  dan melihat langsung proble­ma­tika di Pasar Mardika secara de­kat, sehingga kebijakan yang nantinya diambil efektif dan tepat sasaran.

“Yang baru terungkap ini kan kebanyaknya ka­sus pencurian dan pena­nganan sampah, artinya kalau kadis dan beberapa kabid berkantor disana, maka bisa memantau mulai dari sistem pengamanan hi­ngga pengamatan mela­lui CCTV dan sebagai­nya,” tandas Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (24/3).

Selain mengecam aksi pencurian dan memerintahkan kadisperindag serta sejumlah kabidnya berkantor di Pasar Mardika kata Kasrul, gu­bernur juga memerintahkan kadis­perindag  untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Aksi pencurian yang terjadi di pasar baru Mardika, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibe­narkan, karena merusak citra pe­merintah daerah.

“Pemprov tentunya menyam­paikan permohonan maaf kepada para pedagang dan masyarakat yang selama ini menjadi korban pencurian di pasar baru Mardika. Pak gubernur sudah mengarahkan Disperindag untuk lakukan evaluasi secara menyeluruh,” jelas Kasrul.

Menurutnya, sesuai hasil kajian cepat yang dilakukan dari Kadis­perindag, ternyata langkah pertama yang harus dilakukan dalam waktu dekat yakni dilakukan pemebenahan dari dalam.

Pembenahan tersebut, dimulai dari SDM pada Unit Pengelola Pasar Mar­dika, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dan sekarang lagi berproses untuk memperbaiki SDM tersebut.

“Saya Pastikan perintah gubernur terkait evaluasi tata kelola di Pasar Baru Mardika merupakan bentuk komitmennya untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berbelanja.

Walikota

Terpisah Walikota Ambon Bode­win Wattimena, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para pedagang di Pasar Mardika baru.

Walikota menegaskan, pemerintah kota tidak menutup mata terhadap persoalan keamanan di area pasar dan akan segera berkoordinasi de­ngan pihak terkait, termasuk penge­lola pasar dan aparat keamanan, untuk meningkatkan pengawasan.

“Kami sangat menyesalkan keja­dian ini. Keamanan pedagang menjadi prioritas dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi,” janji walikota.

Walikota juga menghimbau para pedagang untuk segera melaporkan setiap kejadian kehilangan kepada pihak berwenang agar dapat ditin­daklanjuti secara hukum.

Selain itu, Pemkot Ambon juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di Pasar Mar­dika, termasuk efektivitas penggu­naan kamera pengawas (CCTV) serta penempatan petugas keamanan di titik-titik rawan.

Video Viral

Video keluhan seorang pedagang di Pasar Mardika baru yang me­ngaku kehilangan barang dagangan viral di media sosial Facebook. Video berdurasi 1 menit 55 detik itu memicu perhatian publik, terutama terkait keamanan fasilitas pasar yang disediakan pemerintah.

Teti Salasiwa pedagang yang da­gangannya dicuri, dalam video tersebut mengungkapkan kesedi­han­nya, karena barang dagangan yang dikumpulkan dengan susah payah justru hilang akibat pencurian yang disebut telah terjadi berulang kali.

“Beta sangat sedih, beta kumpul uang susah payah untuk usaha ini, tapi kamong ambil akang begitu saja,” ungkap Teti dalam video tersebut.

Ia juga menyoroti kondisi Pasar Mardika, khususnya Gedung Baru, yang menurutnya tidak memberikan rasa aman bagi para pedagang. Padahal, fasilitas tersebut dibangun pemerintah untuk menunjang aktivitas jual beli.

“Tempat yang paling aman peme­rintah bikin, tapi tidak aman bagi beta. Barang-barang semua hilang. Bagaimana ini?,” keluhnya.

Teti bahkan minta perhatian lang­sung dari pemerintah daerah, terma­suk Walikota Ambon dan  Gubernur Maluku serta Wakil Gubernur, agar segera mengambil langkah tegas. Pasalnya ia menilai, jika kondisi tersebut tidak dapat ditangani, maka keberadaan gedung tersebut men­jadi sia-sia. 

“Kalau tidak bisa urus gedung ini, lebih baik bongkar saja. Percuma ada gedung, ada kamera, tapi tidak aman,” ucap Teti dalam video tersebut.(S-20/Mg-1)

BERITA TERKAIT