SIWALIMA.id > Berita
Kudamati dan Keisha Segera Nikmati Air Bersih
Daerah | Selasa, 11 November 2025 pukul 14:20 WIT

AMBON, Siwalima.id - Janji kampanye Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ely Toisuta di tahun pertama kepemimpinan mulai terasa oleh masyarakat di Kota Ambon.

Salah satu program yang digenjot pemerintah saat ini yakni peme­rataan akses air bersih ke seluruh warga. Dan saat ini pengerjaan sambungan pipa dilakukan untuk kawasan Kudamati Atas dan Keisya. 

Dua wilayah ini sejak puluhan tahun kesulitan mendapatkan air bersih yang layak, namun harapan itu akan terwujud di akhir bulan November.

 “Persoalan air bersih di kawasan Kudamati Atas dan Keisya segera teratasi melalui pengembangan jari­ngan pipa distribusi baru,” jelas Di­rektur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima di Ambon Senin (10/11).

Ia menyebut tim telah mener­junkan untuk mengerjakan pengem­bangan jaringan pipa sepanjang empat km yang akan mengaliri dua kawasan itu.

“Hari ini tim sudah mulai bekerja. Jangkauannya empat kilometer dan akan mengaliri warga di Kudamati Atas dan Keisya,” ujar Saimima.

Menurutnya proyek tersebut men­jadi titik kelima dari enam lokasi yang ditargetkan rampung sampai akhir 2025.

Sedangkan ada beberapa titik sebelumnya yang telah selesai antara lain Waimahu, Tahola, Passo, dan Halong Atas.

“Di Benteng Karang itu kerja sama kami dengan Dinas PUPR Ambon. Target kami tahun ini enam titik diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Perumdam Tirta Yapono berkomitmen mendukung program prioritas Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam penye­diaan layanan air bersih yang ber­kualitas bagi masyarakat.

Pengerjaan jaringan pipa di Kudamati Atas dan Keisya ditarget­kan selesai pada 17 November dan akan diresmikan langsung oleh Walikota.

“Kita targetkan di pekan ketiga bulan ini pengerjaannya sudah selesai,” ujarnya.

Setelah beroperasi, jaringan ter­sebut diperkirakan dapat melayani 200 hingga 300 kepala keluarga di dua kawasan itu. Lanjutnya jika jaringan di Benteng Karang juga rampung maka jumlah pelanggan yang terlayani akan bertambah sekitar 500-600 KK.

“Kalau beli air lewat truk, warga bisa menghabiskan sampai 1 juta per bulan. Sementara lewat BUMD Tirta Yapono, paling tinggi hanya sekitar 200 ribu,” jelasnya.

Untuk itu ia berharap persoalan air bersih di Kota Ambon dapat ter­atasi hingga tahun 2030 mendatang.

“Kami targetkan di tahun 2030 tidak ada lagi warga Ambon yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tutupnya.

Leitisel Seperti Anak Tiri

Sementara itu, anggota DPRD dari dapil Ambon I Swenly Hursepuny merasa kecewa, karena Kecamatan Leitimur selatan tidak menerima pelayanan air bersih dari Perusa­haan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono.

“Soal Kucuran dana dari pemkot untuk Perumdam Tirta Yapono kami setuju. Hanya saja saya minta keadilan buat warga disana. Karena dalam pembahasan tadi Leitisel tidak masuk jangkauan dari Perumdam Tirta Yapono,” jelas Hursepuny kepada wartawan di kantornya, Senin (10/11).

Untuk itu ia berharap ada solusi dari Pemerintah Kota Ambon, setidaknya memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Lentisel.

Tak hanya soal air bersih, Ketua Fraksi PKB ini juga mengungkapkan perlakuan berbeda yang diterapkan Pemkot Ambon kepada Kecamatan Leitisel jika dibandingkan dengan kecamatan lain.

“Terkesan diskriminatif, seperti misalnya kebutuhan lampu jalan yang minim, serta collection poin sampah yang tidak menjawab seluruh negeri di Kecamatan Leitisel. Kami minta jangan ada diskriminasi masyarakat di Leitisel,” ungkapnya.

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Politisi Golkar, Zeth Pormes kepada wartawan.

Menurutnya dalam beberapa kebijakan pemerintah di Kecamatan Leitisel seakan seakan mendapat ketidakadilan alokasi anggaran pembangunan.

“Collection poin hanya di bangun di empat kecamatan dan tidak ada di Leitisel, sekarang dalam ranperda penyertaan modal. Hanya ada 4 kecamatan saja yang menjadi prioritas sedangkan Leitisel tidak ada, “ ujarnya.

Pormes mengatakan untuk pelaya­nan sampah, warga Leitisel sudah meminta untuk dilayani dengan mereka membayar retribusi, namun hingga saat ini hal tersebut belum terealisasi. “Atas pertimbangan pertimbangan ini kami Fraksi Golkar minta Pemkot harus ada keadilan pembangunan bagi masyarakat di Leitisel. Ini pikiran kita agar pembangunan bisa merata, “ pintanya. (S-25/S-10)

BERITA TERKAIT