SIWALIMA.id > Berita
Miris! Oknum Guru Agama di SBT Cabuli Siswinya Sendiri
Hukum | Kamis, 11 September 2025 pukul 23:06 WIT

BULA, Siwalimanews – Dunia pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Timur di tahun ini, dalam keadaan yang mempri­hatinkan, sebab dalam tahun ini, sudah terdapat 3 kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang masih duduk di bangku sekolah.

Sebelumnya, pada 21 Mei, siswi Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah ditemukan tewas di Sungai Wai­fufa, Desa Engglas, Keca­matan Bula. Dimana berdasarkan ketera­ngan pelaku saat ditangkap, re­maja putri itu dibunuh lataran menolak melakukan hubungan badan dengan tersangka.

Belum hilang dari ingatan publik kasus kematian remaja putri ini, muncul lagi kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap salah satu siswi SMP yang dicabuli dan disetubuhi oleh mantan kepala sekolahnya saat korban masih duduk dibangku SD hingga hamil, yang terungkap pada 14 Agustus, setelah pihak kepolisian menang­kap pelaku.

Kini kasus yang sama muncul lagi yakni, oknum Guru Agama Islam di salah satu SMP di kabu­pa­ten ini berinisial (JU), yang seha­rusnya bisa memberikan bimbi­ngan belajar yang baik kepada anak didiknya, ternyata menyim­pan sifat bejatnya, dengan mela­kukan perbuatan keji kepada salah satu siswinya yang masih berusia 13 tahun.

Aksi bejat sang guru bejat ini, terjadi beberapa bulan lalu di seko­lah tempatnya mengajar. Kasus ini terungkap, setelah korban yang masih duduk di bangku kelas VII ini menceritakan kejadian yang diala­minya kepada ibunya, Sabtu (6/9) kemarin.

Awalnya ibu korban curiga de­ngan perubahan perilaku dan kon­disi tubuh anaknya yang lain dari biasanya dan langsung mema­nggilnya untuk menanyakan apa yang terjadi.

“Saya tanya dia dari hari Sabtu (6/9) saya bilang mari sini mama tanya, sebab saya lihat kondisi anak saya berbeda dari biasanya, dimana keti­ka saya panggil dia seperti terkaget-kaget, kemudian murung begitu,” jelas ibu korban kepada wartawan di Mapolres SBT, Rabu (10/9).

Menurut sang ibu, anaknya ini awalnya takut untuk menceritakan kejadian yang dialaminya kepada mereka selaku orang tua, sebab  anaknya dihantui rasa takut. Namun setelah dibujuk, akhirnya ia mau men­ceritakan kejadian yang dialami­nya.

“Saya tanya, kalau kau sayang mama dengan bapak, kasih tahu saja kau punya keluhan.Terus kalau kau sayang kau diri, kasih tahu saja, lalu dia bilang iya mama, saya mau kasih tahu tapi saya takut,” beber sang ibu.

Sang ibu kemudian menuturkan, kalau anaknya bercerita saat itu, bahwa ia dipanggil oleh pelaku ke dalam ruang kelas, kemudian pelaku melancarkan aksi bejatnya. Setelah menyetubuhi korban, pelaku  sempat mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada orang lain tentang perbuatan bejatnya.

“Anak saya ini pelaku kasih takut dan ancam supaya tidak boleh kasih tahu perbuatanya ke orang lain,” tutur ibu korban.

Setelah mendengarkan pengaku­an anaknya, sang ibu kemudian mem­beritahukan pengakuan anak­nya ke pihak keluarga dan mereka langsung mendatangi Mapolres, untuk mela­porkan perbuatan bejat sang guru bejat itu pada, Sabtu (6/9).

“Hari itu juasaya langsung pergi kasih tahu neneknya dan langsung kita pergi lapor ke polisi,” tandas sag ibu.

Kasat Reskrim Polres Seram Ba­gian Timur SBT AKP Rahmat Ram­dani yang dikonfirmasi wartawan di Mapolres, Senin (9/9) Kemarin men­jelaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur ini sementara dalam proses penyelidi­kan pihaknya.

“Sekarang kita sedang menangani kasus ini,” ucap kasat.(S-27)

BERITA TERKAIT