SIWALIMA.id > Berita
Nelayan Asal Desa Watmuri Nyaris Tewas Diserang Buaya
Daerah | Senin, 13 April 2026 pukul 14:09 WIT

SAUMLAKI, Siwalima.id - Sefnat Lartutul (26) warga Desa Watmuri, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar berhasil selamat dari penyerangan brutal yang dilakukan buaya.

Kejadian tragis tersebut terjadi ketika korban sementara mencari  ikan di sekitaran desanya, Senin (11/4) sekitar pukul 21.30 WIT.

Serangan brutal tersebut meng­akibatkan korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka pada bagian kepala dan tangan kiri harus diamputasi.

Menurut keterangan  keluarga kor­ban Marko Salaka menjelaskan insiden bermula ketika korban ber­sama sepupunya, Onisimus Sama­ngun, tengah melaut di perairan se­kitar desa dalam kondisi gelap de­ngan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Saat keduanya sedang berakti­vitas, tiba-tiba seekor buaya mun­cul dan langsung mengibaskan ekornya ke arah korban.

“Buaya tiba-tiba muncul dan langsung kibas ekor kena kepala korban sampai jatuh,” ujar Marko.

Kibasan tersebut lanjutnya, me­ngenai kepala korban hingga terjatuh. Saat berusaha bangkit, korban kembali diserang oleh buaya tersebut.

Korban sempat berupaya menahan serangan menggunakan tangan kirinya, namun tetap mengalami luka serius pada bagian tangan dan kepala.

“Korban sempat tahan dengan tangan, tapi buaya sudah sempat gigit,” ungkapnya.

Sepupu korban yang berada di belakangnya sempat panik, namun berusaha melakukan pertolongan dengan menyinari mata buaya menggunakan senter.

“Untung ada senter, disorot ke mata buaya sampai akhirnya dia lepas,” katanya.

Menurutnya, keduanya kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan mereka kemudian datang membantu melakukan evakuasi ke rumah sakit.  “Warga dengar teriakan, langsung datang bantu evakuasi,” tambahnya.

Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD dr PP Magretti, Saumlaki untuk mendapatkan penanganan medis. Karena jarak tempuh yang cukup jauh, korban baru tiba di rumah sakit sekitar pukul 01.00 WIT.

Tim medis langsung melakukan tindakan cepat. Luka serius di bagian kepala harus ditangani melalui operasi.

Sementara kondisi tangan kiri korban yang mengalami kerusakan parah membuat dokter mengambil tindakan amputasi untuk menyelamatkan nyawa korban.

“Dokter terpaksa amputasi tangan kiri karena kondisinya sudah sangat parah,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit di RSUD dr PP Magretti. (HCU)

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir di KKT untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di laut pada malam hari. “Kami harap warga lebih hati-hati, jangan melaut sendiri apalagi malam hari,” imbau keluarga korban. (S-26)

BERITA TERKAIT