AMBON, Siwalima.id - Pertamina Patra Niaga memastikan, kondisi stok BBM di Ambon dan Maluku secara keseluruhan dalam kondisi aman, sehingga tak perlu panik.
Untuk memastikan kondisi ini pun, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dan melakukan pengecekan lintas sektoral dengan pemda serta instansi terkait pada 25-27 Maret dalam rangka mempersiapkan layanan energi pada akhir pekan pra paskah, hari pertama bekerja dan sekolah pasca Idul Fitri serta menjelang libur panjang Hari Paskah.
Pjs Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi mengaku, Pertamina terus menjaga stok di Ambon dan Provinsi Maluku dalam kondisi aman.
“Stok di Integrated Terminal Wayame sebagai terminal utama dalam kondisi aman, begitu juga dengan Fuel Terminal lain di Maluku. Kapal suplai yang membawa BBM ke Fuel Terminal juga masih sandar sesuai jadwal untuk mengisi kembali stok BBM," tulis Bramantyo dalam rilisnya yang diterima Redaksi Siwalima.id, Senin. (30/3)
Bramantyo menjelaskan, saat ini memang terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, mengingat hari ini, Senin (30/3) merupakan hari pertama efektif masyarakat kembali berkantor dan anak-anak kembali bersekolah setelah libur, cuti bersama dan mekanisme WFA dalam periode Idul Fitri.
“Kami saat ini terus memantau stok di SPBU, koordinasi juga supaya stok di SPBU selalu tersedia dengan melakukan percepatan distribusi dari Fuel Terminal. Adanya lonjakan di SPBU ini tidak berkorelasi dengan kosongnya stok, stok sekali lagi kami pastikan masih dalam kondisi aman,” jelas Bramantyo
Ia mengaku, Pertamina Patra Niaga juga menghimbau masyarakat untuk tetap tertib, membeli BBM sesuai kebutuhannya, tidak berlebihan, dan tidak perlu panic buying.
“Stok dan pasokan tetap berjalan normal dan tidak perlu panic buying karena pembelian berlebih justru bisa mengganggu sistem distribusi. Kami apresiasi masyarakat yang tetap tertib, dan kami akan pastikan distribusi dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan bagi masyarakat,” janji Bramantyo.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut kata Bramantyo, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(S-27)