PEKERJAAN Bak Sampah di Kecamatan Babar Barat tepatnya di Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya akhirnya tuntas dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Anggaran yang dipergunakan dalam proses pembangunan Bak Sampah di Kecamatan Babar Barat Kabupaten MBD tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025 senilai Rp 50 juta dengan ukuran bak sampah 5x5 meter.
Dengan terselesaikannya pembangunan bak sampah di Tepa Kecamatan Babar Barat ini, maka Dinas Lingkungan Hidup MBD berharap, sehingga masyarakat sekitar di Kecamatan Babar Barat khususnya di Tepa dapat membuang sampah tempatnya.
“Pekerjaan bak sampah di Tepa sudah selesai dikerjakan. Kita berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya sehingga ada petugas yang nanti angkut ke bak sampah yang baru dibuat tersebut,” harap Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten MBD, Thomas Matmey, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (24/11).
Kebersihan harus dijaga, teristimewa di pasar, dimana kata Thomas Matmey, sampah harus diisi didalam kantung dan nantinya ada petugas yang akan siap membawa ke tempat pembuangan yang baru saja selesai dikerjakan itu.
Selain itu, tambah Thomas, bahwa sementara untuk kendaraan operasional berupa satu buah kendaraan Tosa ini belum dapat dikirim ke Tepa Kecamatan Babar Barat dikarenakan saat ini sedang dilakukan pekerjaan jembatan Tepa.
“Kemarin sebenarnya kita sudah antar kendaraan Tosa ini ke Tepa, cuma karena di Tepa lagi perbaiki jembatan sehingga Tosa belum bisa sampai disana, dan menunggu sampai jembatan ini selesai. Kalau memang belum selesai, maka pengiriman Tosa ini menggunakan kapal barang, dan pasti Tosa ini akan dikirim ke Tepa,” pungkas Matmey. (S-28)
Distribusi Obat di MBD Terkendala Biaya Bagasi Kapal
PELAYANAN kesehatan dasar bagi masyarakat terutama penyediaan obat-obatan di empat Puskesmas yang berada di Kabupaten Maluku Barat Daya alami kendala biaya akibatnya obat-obatan tersebut dikembalikan ke Instalasi Farmasi Pemkab MBD.
“Dijadwalkan pengiriman obat-obatan bagi empat Puskesmas antara lain Manuwui, Tela, Luang Timur dan Lelang menggunakan kapal laut KM. Sabuk Nusantara 104,” kata Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten MBD, Eros J. Akse, dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Rabu (19/11) belum lama ini.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah harus mendistribusikan obat-obatan tersebut keempat Puskesmas namun karena biaya bagasi yang sangat mahal maka distribusi obatpun dibatalkan.
“Managemen kapal meminta biaya bagasi hingga 3juta rupiah per 56 koli. Dari jumlah tersebut setelah dilakukan negosiasi, biaya bagasi hanya turun menjadi 2,5 juta. Harga tersebut tetap saja terbilang tinggi dan sulit dijangkau karena standar biaya yang diterapkan selama ini berkisar antara Rp. 500ribu hingga Rp. 750ribu,’ katanya.
Menurutnya, selama ini memang biaya pengiriman barang jenis obat-obatan terbilang mahal dan sudah kami sampaikan ke pimpinan maupun pihak DPRD Kabupaten MBD sehingga ada anggaran yang dialokasikan.
”Semoga hal ini menjadi perhatian semua pihak terutama managemen kapal. Paket obat-obatan juga mestinya mendapat perlakuan yang berbeda dalam hal penentuan harga bagasi, karena obat-obatan ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk kemanusiaan, pelayanan kesehatan gratis. Tidak bisa lalu disamakan dengan barang jualan atau bisnis,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila seperti ini maka kedepan, pihaknya akan sangat sulit melakukan distribusi obat-obatan ke Puskesmas padahal sangat dibutuhkan di masyarakat.
Diharapkan pemerintah daerah, DPRD bahkan pihak managemen kapal dapat memperhatikan masalah ini dan mendapatkan solusi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau tidak terhambat. (S-28)