NAMLEA, Siwalima.id – Pemerintah Kabupaten Buru melaunching penggunaan aplikasi Sistim Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi Versi 3 (Srikandi V3).
Launching itu, ditandai dengan penandatanganan sidik jari secara elektronik oleh Bupati Buru, Ikram Umasugi, Rabu (13/5).
“Srikandi disebut naskah elektronik. Tanda tangannya pun secara elektronik. Pemalsuan dokumen pun semakin sulit. Karena data tersimpan secara elektronik,” ucap bupati.
Bupati mengaku, diera digitalisasi saat ini, tata kelola pemerintahan dituntut untuk bergerak cepat, efesien dan transparan.
“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor: 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), kita diwajibkan untuk memaksimalkan teknologi dalam setiap aspek administrasi, salah satunya adalah kearsipan,” ucap bupati.
Dijelaskan, aplikasi Srikandi Versi 3 yang diluncurkan pada hari ini, merupakan langkah strategis untuk
mempercepat transformasi digital tersebut.
Srikandi bukan sekedar alat pengarsipan, melainkan solusi terintegrasi untuk pengelolaan tata naskah dinas, pengiriman surat dan disposisi secara elektronik yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah sebuah keharusan, bukan lagi pilihan di era digital ini, kecepatan, ketepatan dan keaman dalam tata kelola administrasi pemerintah menjadi kunci efesinsi pelayanan publik.
Srikandi yang dikembangkan oleh ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) merupakan aplikasi umum yang ditetapkan pemerintah untuk mengintegrasikan seluruh arsip dinamis.
“Dengan Srikandi Versi 3 yang kita launching hari ini, kita melangkah ke tahap yang llebih maju,” ucap bupati.
Menurutnya, aplikasi ini sangatlah penting dikarenakan peningkatan kinerja, persuratan dan administrasi kearsipan menjadi lebih cepat, efesien dan aman, transparansi dan akuntabel.
Selain itu, dokumentasi lebih tertata, terstruktur dan mudah ditelusuri, ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kertas dan mewujudkan green office. Bahkan koordinasi kolaboratif, mempermudah sinergi antar perangkat daerah/instansi, serta akses menyesuaikan dengan kebutuhan dinamis di lapangan.
“Saya harap agar peluncuran aplikasi ini tidak bersifat seremonial dan minta kepada seluruh kepala OPD dan admin untuk segera implementasikan penggunaan Srikandi Versi 3 secara efektif, konvensional dan beralih ke digital yang lebih efesien dan aman,” tandas bupati.
Sementara kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai pengumpul, bupati minta untuk terus mendampingi seluruh OPD dalam migrasi dan penggunaan aplikasi ini.
Sebelumnya, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru, Elvira Kamarullah dalam laporannya menjelaskan, tujuan sasaran dari penggunaan aplikasi Srikandi V3, diantaranya untuk memperkenalkan penggunaan aplikasi dalam registrasi surat dan disposisi elektronik guna mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Selain itu, meningkatkan efesiensi kerja, mempercepat proses administrasi, serta mewujudkan paperless office (Sistem perkantoran yang modern serta mengurangi dan meniadakan penggunaan kertas).
“Sasaran aplikasi ini adalah, memastikan seluruh pegawai lingkup Pemkab Buru dapat mengoptimalkan fitur-fitur aplikasi ini mulai dari tandatangan elektronik, disposisi surat hingga pelaporan arsip tertata dengan baik dan benar,” papar Elvira.(S-15)