TIAKUR, Siwalima.id - Pemerintah Kabupaten Maluku Barat daya memastikan kapal perintis tetap akan melayani rute di Pulau Luang.
Tidak masuknya rute kapal perintis di trayek R-73 yang dioperasikan KM Sabuk Nusantara 87 memang sudah berlangsung sejak lama.
Kadis Perhubungan Kabupaten MBD, Semuel F. Rupilu, di ruang kerjanya Jumat (9/1) menjelaskan ketiadaan Pulau Luang dalam trayek R-73 bukanlah bentuk pengabaian atau penghilangan oleh pemerintah.
Rute tersebut berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Nomor: 618 Tahun 2025 tentang pelayanan transportasi laut perintis tahun 2026 di Maluku.
“Trayek R-73 dengan rute Ambon, Batumerah, Wulur, Tepa-Lelang-Elo-Lakor-Moa-Leti, Kisar, kemudian kembali lagi,” terangnya.
Ia menyebut rute terbaru menindaklanjuti SK tahun sebelumnya. Jadi pada trayek ini, pemerintah tidak menghilangkan Luang, tetapi rutenya memang dari awal Luang tidak ada
Lebih lanjut, dikatakan pemkab MBD sama sekali tidak melupakan Pulau Luang.
“Akses transportasi laut ke pulau tersebut telah diakomodasi melalui dua trayek perintis lainnya yang telah lama beroperasi,” tegasnya.
Menurutnya, ada dua trayek perintis yang melayani Pulau Luang, yaitu trayek R-75 yang berpangkalan di Saumlaki dan trayek R-82 yang berpangkalan di Dobo.
“Jadi, pemerintah bukan mengabaikannya,” ungkapnya.
Mengenai usulan masyarakat agar R-73 dapat singgah di Kroing, Luang dan Masapun, ia mengaku pihaknya telah mengusulkannya ke Ditjen Perhubungan Laut.
“Usulan tersebut belum dapat dipenuhi karena pertimbangan teknis dan keterbatasan anggaran nasional,” ungkapnya.
Ia menyebut pelayanan perintis ini menyeluruh di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan melayani ribuan pulau.
Pemerintah diperhadapkan dengan pembiayaan yang terbatas. Jumlah yang besar ini membutuhkan armada dan anggaran yang memadai,” ujarnya.
Ia menekankan penetapan dua trayek (R-75 dan R-82) untuk Luang merupakan upaya strategis pemerintah untuk memastikan aksesibilitas orang, barang dan jasa guna mendukung pertumbuhan ekonomi di pulau tersebut.
Diharapkan dengan dua trayek ini dapat meningkatkan pelayanan transportasi laut yang mudah, layak, terjangkau, dan manusiawi di seluruh wilayah, termasuk di MBD.
“Ke depan, kalau sudah tersedia anggaran yang cukup, pemerintah akan memberikan pelayanan yang lebih baik agar masyarakat di wilayah pulau-pulau terisolir bisa menikmati transportasi laut yang lancar dan murah, sehingga ekonomi masyarakat meningkat,” urainya.
Untuk diketahui trayek R-82 dilayari KM. SABUK NUSANTARA 60 dari Tual-Dobo-Larat-Saumlaki-Marsela-Kroing-Dawera/Dawelor Tepa-Luang-Moa-Romang pulang pergi
Sedangkan trayek R-75 dari Ambon, Amahai, Serua, Nila, Teon, Bebar, Wulur, Romang, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang, Lelang, Tepa, Lewa, Dawelor, Dawera, Kroing, Marsela, Saumlaki, Tual, Ambon. (S-27)