SIWALIMA.id > Berita
Pemkab SBT Lakukan Identifikasi Potensi Investasi
Ekonomi | Jumat, 24 April 2026 pukul 13:16 WIT

BULA, Siwalima.id - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur saat ini tengah melakukan identifikasi potensi investasi yang dimiliki.

Identifikasi dilakukan mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan sumber daya alam lainnya.

Pelaksana Tugas Kadis Penanaman Modal dan PTSP SBT, Ramli Kilwarany menjelaskan data yang akurat dan mutakhir sangat penting sebagai bahan promosi investasi.

“Dengan adanya profil potensi daerah yang komprehensif, kita dapat memberikan gambaran yang jelas kepada calon investor mengenai peluang usaha yang tersedia,” terangnya ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya Kamis (23/4).

 Ia mengaku identifikasi yang dilakukan tim di lapangan juga bertujuan untuk menghimpun data terkini terkait peluang investasi yang dapat dikembangkan, baik di sektor unggulan maupun non unggulan.

Selain pengumpulan data, tim juga melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kesesuaian antara data administratif dan kondisi riil di lapangan.

“Hal ini dilakukan agar informasi yang disajikan nantinya benar- benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan,” janjinya.

Pemerintah daerah  jelasnya optimistis dengan upaya ini, iklim investasi di SBT akan semakin berkembang, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu  diharapkan akan tersusun dokumen profil potensi investasi yang lebih terarah, informatif dan menarik.

Belum Miliki TPI

Sementara itu, sebagai salah satu daerah penghasil ikan di Maluku, ternyata kabupaten yang dipimpin bupati Fachri Alkatiri dan wakil Muh Miftah R Wattimena tidak mampu membangun tempat pelelangan ikan bagi nelayan. Pemkab Seram Bagian Timur berencana untuk membangunnya di lokasi Pasar Gantung menjadi TPI.

Sekretaris Dinas Perikanan, SBT Abdul Gafur Rumagia, menjelaskan keinginan pemerintah agar ketika ikan yang ditangkap nelayan dapat tempat untuk dilelang seperti yang ada di Kota Ambon. “Paling tepat ketika ikan masuk dilakukan proses pelelangan seperti di Eri dan Pasar Arumbai di Ambon. Itu merupakan salah satu poin retribusi diambil dari Tempat Pelelangan Ikan,” jelasnya kepada wartawan kemarin.

Dengan tidak adanya TPI sangat berpengaruh terhadap harga jual ikan di pasar.

“Sekarang harga ikan mahal di Bula. Olehnya dinas berencana akan melakukan operasi pasar,” ungkapnya.

Semua program memang sudah dirancang namun dengan efisiensi anggaran saat ini, rencana untuk menjadikan pasar gantung sebagai TPI harus tertunda.(S-27)

BERITA TERKAIT