MASOHI, Siwalimanews –Â Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, mengingatkan seluruh pengelola keuangan daerah agar menjamin arah dan akuntabilitas pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Banyak program pembangunan yang telah disusun namun belum maksimal dilakukan karena terbentur pada kebijakan nasional terkait efisiensi anggaran dan penguraÂngan TKD.
âKarena itu, setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus memÂberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, ungkap Bupati Malteng saat membuka Musrenbang RPJMD Kabupaten, yang berlangsung di Masohi, Rabu (15/10).
Ia mengaku Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi tahapan penting dalam menÂjamin arah dan akuntabilitas pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Selain itu dokumen RPJMD harus menjadi dokumen hidup yang menÂcerminkan kemampuan fiskal daerah serta kapasitas pelaksanaannya, bukan hanya berisi daftar keinginan semata.
âMusrenbang kali ini bukan seÂkadar formalitas prosedural, melainÂkan tahapan substantif untuk menÂjamin akuntabilitas perencanaan pembangunan daerah.
Dokumen ini harus menjadi dokumen hidup, yang tidak hanya menggambarkan keinginan, tetapi mencerminkan kapasitas fiskal daerah dan kemampuan pelaksanaÂannya,â tegasnya.
Dalam arah kebijakan pembanguÂnan, ia menegaskan visi daerah yaitu âMembangun Maluku Tengah yang Maju, Sejahtera, Rukun, dan BerÂkeadilan.âVisi tersebut diterjemahÂkan dalam Panca Cita Pembangunan Daerah.
Menurut Bupati, kelima arah terÂsebut saling terhubung dan harus dijalankan secara seimbang, berkeÂlanjutan, serta berpihak kepada masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.
Ia juga menyoroti sejumlah tanÂtangan pembangunan daerah, antara lain pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pengendalian inflaÂsi, peningkatan investasi, penaÂnganan stunting, penguatan tata kelola birokrasi dan digitalisasi pemerintahan, hingga ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Ia menegaskan, semangat keberÂsamaan dan integritas ASN serta pimpinan perangkat daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut.
âSaya mengajak seluruh pihak untuk bekerja sungguh-sungguh dan profesional, mengutamakan program prioritas yang populis dan berkeadilan, bukan kegiatan sereÂmonial yang tidak produktif,â tandasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi sumber PAD secara kreatif dan inovatif tanpa menambah beban masyarakat, serta memperkuat sinergi lintas sekÂtor agar perencanaan pembaÂnguÂnan lebih terintegrasi dan efisien.
âKita tidak bisa membangun daerah hanya dengan rencana yang baik, tetapi dibutuhkan tekad dan kerja yang nyata,â ujarnya.
Diakhir sambutannya, bupati mengajak seluruh peserta musrenÂbang untuk memberikan masukan, kritik, dan gagasan konstruktif demi penyempurnaan dokumen RPJMD agar benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat. (S-17)