AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, minta pihak ASDP Cabang Ambon membantu pemerintah daerah dalam melakukan survei rute baru transportasi.
Langkah ini dilakukan, guna mengetahui kebutuhan masyarakat di bidang transportasi di tengah masalah konektifitas yang di hadapi masyarakat Maluku saat ini.
Permintaan itu, disampaikan gubernur saat melakukan pertemuan dengan General Manager ASDP Syamsudin Tanassy di ruang kerjanya, Kamis (2/10).
Gubernur mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak daerah-daerah di Maluku yang terisolasi karena belum adanya akses transportasi seperti kapal motor penyeberangan ferry yang mempermudah masyarakat.
Akibatnya, masyarakat di daerah-daerah tertentu masih merasakan kesulitan dalam hal distribusi barang dan manusia yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai gubernur, saya minta pak GM ASDP memberikan perhatian penuh bagi peningkatan konektivitas wilayah termasuk membantu melakukan survei terhadap rute baru yang dibutuhkan masyarakat di kawasan antar pulau,” ujar gubernur.
Pemprov kata gubernur, tentu siap untuk membantu ASDP dalam upaya mempermudah akses antar pulau dengan orientasi membangun daerah laut pulau.
Masalah konektifitas antar pulau dan wilayah menjadi salah satu poin penting dalam Sapta Cipta gubernur guna mendukung arus barang dan manusia yang bermuara pada pada pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Kalau terkait persoalan lahan yang masih bermasalah sepanjang itu kaitan dengan kewenangan gubernur pasti saya bantu, tapi kalau itu diluar kewenangan provinsi mungkin pak GM dapat berkoordinasi dengan institusi yang sedang bersengketa,” ucap gubernur.
Sementara itu, General Manager ASDP Syamsudin Tanassy mengungkapkan pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Maluku.
Menurutnya, kondisi geografis Maluku yang merupakan gugusan pulau, maka membutuhkan akses transportasi yang lebih memadai termasuk untuk daerah yang saat ini belum disinggahi kapal Ferry.
“ASDP terus berupaya agar daerah-daerah di Maluku dapat terkoneksi, makannya kita butuh beberapa rute baru,” kata Tanassy.
Tanassy mengungkapkan, terdapat 14 rute baru yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah konektifitas diantaranya 9 lintasan jarak jauh dan 5 lintasan jarak dekat.
Lintasan jarak dekat diantaranya, Ambon- Masohi, Kur- Kesui, Kesui – Gorong, Gorong-Geser dan Geser- Air Nanang. Sedangkan lintasan jarak jauh Ambon – Banda Neira, Banda Neira – Tual, Saumlaki – Langgar – Moa – Kupang – Leti, Ambon- Makasar, Ambon – Tual, Ambon – Bau bau – Makasar, Ambon- Ternate, Seram Ternate dan Ambon – Waisalah – Obi.
“Kita butuh dukungan pak gubernur untuk bersama-sama berkolaborasi untuk memastikan akses transportasi dapat terlayani dengan baik,” tandasnya.(S-20)