BULA, Siwalima id - Rumah Sakit Umum Daerah Bula di Kabupaten Seram Bagian Timur, saat ini tengah menangani dua pasien gizi buruk pada anak.
Dua kasus gizi buruk ini teridentifikasi saat pasien datang berobat. Pasien pertama berinisial NV (3,9) dengan berat badan 8 kg, masuk RSUD pada 13 April dengan keluhan batuk dan demam.
Sementara pasien kedua berinisial NH (1,9) dengan berat badan 6 kg, dirawat sejak 16 April dengan keluhan diare. Kedua pasien tersebut diketahui mengalami kondisi gizi buruk, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh tim RSUD Bula.
Plt Direktur RSUD Bula, Deny Suryana mengaku, saat ini kondisi kedua pasien telah menunjukkan perbaikan, terutama terkait keluhan utama yang dialami saat masuk rumah sakit.
“Alhamdulillah, kondisi umum pasien mulai membaik. Saat ini fokus penanganan diarahkan pada pemulihan status gizi secara bertahap sesuai standar pelayanan,” ungkap Deny kepada wartawan di RSUD Bula, Jumat (17/4).
Ia mengaku, saat ini tim medis masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kedua pasien untuk memastikan, apakah kondisi gizi buruk yang dialiiami merupakan akibat kekurangan asupan (primer) atau dipengaruhi oleh penyakit penyerta.
Temuan kedua kasus ini juga telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan SBT dan telah mendapatkan atensi, dimana pemkab bersama Dinkes terus melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Bula, untuk memastikan penanganan berjalan optimal, sekaligus menyiapkan langkah tindak lanjut di tingkat masyarakat.
“RSUD Bula berkomitmen tetap berikan pelayanan optimal, termasuk penanganan kasus gizi buruk, serta akan terus berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinkes untuk pemantauan lanjutan pasien setelah masa perawatan,” ucap Deny.
Ia menegaskan, kedua kasus ini menjadi pengingat, pentingnya deteksi dini dan peran bersama antara keluarga, fasilitas kesehatan, serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi pada anak.
Dikunjungi TP PKK
Terpisah, Pengurus Pokja 4 TP-PPK SBT, Deni Agus Panca Susanti mengaku, pihaknya bersama sejumlah pengurus pokja untuk menjenguk dua pasien gizi buruk berasal dari Kecamatan Bula, dan Kecamatan Wakate ini sedang dirawat di RSUD Bula.
“Kehadiran TP PKK sebetulnya bukan ingin turut ikut campur, tetapi ini program simpati dimana kita support masyarakat yang menjadi penderita gizi buruk,” ungkap Susanti.
Ia mengaku, Dinkes SBT sudah sangat all out untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, melalui program cek kesehatan gratis (CKG) maupun posyandu.
"Tetapi apabila ada kasus- kasus seperti ini, maka dari keluarga TP- PKK SBT memberikan support terutama kepada keluarga besar. Untuk selanjutnya agar kasus-kasus seperti ini dapat dicegah dan tidak terjadi kembali,” ujarnya.
Ia mengaku, Bantuan yang diserahkan tadi ke keluarga pasien pertama berupa susu untuk menambah berat badan disesuaikan dengan kebutuhan yang diresepkan oleh dokter. Susu ini biasanya memang khusus untuk meningkatkan berat badan bayi itu juga di formulasikan khusus oleh gizi
"Oleh karena itu keperluan persediaan susu dan beberapa keperluan itu sudah disediakan oleh bupati untuk kasus-kasus yang seperti ini,” tandasnya.
Santunan ini juga bebernya, berupa uang tunai, tetapi hal itu sudah dipesankan kepada keluarga untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan pasien, bukan untuk keperluan pribadi keluarga.
“Kami berharap, dengan kunjungan kami, keluarga akan menyadari bahwa, kami juga peduli terhadap anak-anak ini, terutama dari Kecematan Wakate mereka yang jauh dari pusat kota. Namun demikian TP- PKK tetap juga memberikan perhatian terhadap kondisi mereka, terutama apabila ditemukan kasus-kasus gizi buruk seperti ini,” ucapnya.(S-27 )