KEKUATIRAN para pedagang di Gedung Baru Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon kian memuncak seiring meningkatnya kasus pencurian.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Maluku dapil Kota Ambon, Ary Sahertian.
Sahertian mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi, apalagi pasar yang dibangun sebagai pusat ekonomi modern justru belum mampu memberikan rasa aman bagi pedagang.
“Saya sangat menyayangkan meningkatnya kasus pencurian di gedung baru Pasar Mardika. Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Sahertian dari Ambon, Kamis (26/3).
Ia mengungkapkan, keluhan dari pedagang terus berdatangan dalam beberapa waktu terakhir. Para pedagang merasa resah karena barang dagangan mereka kerap hilang, terutama saat pengawasan dinilai lemah.
“Banyak pedagang mengeluh. Mereka datang untuk mencari nafkah, tapi justru dihantui rasa takut kehilangan barang. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Menurut Sahertian, lemahnya sistem pengamanan menjadi salah satu penyebab utama maraknya aksi pencurian. Padahal, keberadaan gedung baru seharusnya didukung dengan sistem keamanan yang lebih baik dan terorganisir.
“Gedungnya sudah baru, tapi kalau pengamanannya lemah, tetap saja pedagang dirugikan. Ini yang harus segera dibenahi,” katanya.
Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat pengawasan di kawasan pasar.
“Harus ada tambahan petugas keamanan, pemasangan CCTV di titik-titik rawan, dan pengawasan yang lebih ketat, terutama pada malam hari,” ujarnya.
Selain itu, Sahertian menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, maupun aparat keamanan, agar penanganan persoalan ini tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus ada sinergi supaya pengamanan benar-benar maksimal dan pedagang merasa terlindungi,” tandasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan para pedagang untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga lingkungan sekitar sebagai langkah pencegahan.
Meski demikian, Sahertian menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah untuk memastikan keamanan pasar.
“Kami berharap ada langkah cepat dan nyata. Jangan sampai pedagang terus jadi korban. Mereka butuh rasa aman untuk berjualan dengan tenang,” pungkasnya.(S-26)