SIWALIMA.id > Berita
Salampessy: Rapat di Cafe Lebih Hemat Anggaran
Online | Senin, 27 April 2026 pukul 13:55 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy menegaskan, rapat yang dilakukan pihaknya di salah satu café, merupakan bagian dari upaya penghematan belanja.

Penegasan ini disampaikan Salampessy, merespon polemik Rapat Koordinasi Percepatan Penyerapan Dana Transfer dan PAD di Cafe Biz Hotel, Kota Ambon, Senin (20/4) lalu.

Salampessy mengungkapkan, rapat lintas sektor tersebut merupakan kegiatan rutin sejak beberapa tahun yang lalu dalam upaya membentuk ekosistem keuangan yang mendorong peningkatan pendapatan daerah.

“Apa yang kita lakukan menjadi bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan keuangan yang inklusif yang akan berdampak pada upaya peningkatan PAD, sebab bila ekosistem keuangan itu baik, maka akan berdampak pada kemampuan dan kemauan membayar pajak masyarakat akan meningkat juga,” ungkap Salampessy kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Senin (27/4).

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk rapat di cafe kemarin, sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk rapat di kantor, sebab Bapenda tidak membayar tempat hanya snack dan minuman.

Sebaliknya, jika Bapenda menggelar pertemuan di Hotel justru memakan biaya yang cukup besar, karena ada biaya sewa gedung dan sebagainya.

“Pertemuan kemarin itu seperti di kantor saja, justru kita tidak menggunakan fasilitas yang ekslusif termasuk AC, sehingga efisiensi disitu nampak. Kita hanya datang dan memesan kue dan minuman seperti yang dilakukan rapat di kantor,” beber Salampessy.

Salampessy menegaskan, dirinya paham betul terkait dengan aturan efisiensi dan mengerti dinamika kondisi keuangan, karena itu pemilihan lokasi kegiatan tidak berdampak pada penggunaan keuangan tanpa kendali dan semua penggunaan keuangan oleh Bapenda terkendali dengan baik.

Salampessy lantas minta DPRD Maluku sebagai mitra kerja pemda untuk saling memberikan dukungan positif dalam mendukung upaya Bapenda mendorong peningkatan PAD.

“Saya rasa tidak perlu dipolemikan, tetapi sebagai masyarakat mestinya membaca ini sebagai bagian dari upaya terukur dan inovatif untuk menggiring seluruh ekosistem keuangan berpacu dalam mendorong pertumbuhan daerah secara lebih baik,” ucap Salampessy

Terkait dengan penilaian pendapatan daerah yang amburadul, Salampessy menegaskan, upaya peningkatan pendapatan daerah terus dilakukan dan Bapenda terus berupaya agar target-target tersebut dapat dicapai dengan berbagai terobosan yang terus didorong.(S-20)

BERITA TERKAIT