AMBON, Siwalimanews – PT PLN Unit Induk WilaÂyah Maluku dan Maluku Utara memastikan, akan menyiapkan cadangan paÂsokan listrik, guna menyÂamÂbut realisasi proyek strategis nasional Maluku Integrated Port, yang akan berpusat di Desa WaiÂsarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kesiapan PLN ini, meruÂpakan bagian dari upaya menjawab permintaan GuÂbernur Maluku Hendrik Lewerissa, agar pasokan listrik nantinya ke MIP dapat tersedia.
General Manager PLN Maluku-Malut Noer SoeratÂmoko mengaku, saat ini PLN sementara menyiapkan pembaÂnguÂnan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Peacker II untuk memperkuat ketahanan listrik di Ambon.
Pembangkit dengan ketahanan daya 50 MH ini akan melengkapi PLTMG Ambon Peacker I yang saat ini telah beroperasi dengan ketaÂhanan daya 40 MH.
âSaat ini kan kita sedang memÂbangun PLTMG Ambon Peacker II dan ditargetkan tahun 2026 nanti beroperasi untuk menambah pemÂbangkit di Pulau Ambon dengan kemampuan 50 MH, ini akan menghasilkan cadangan listrik yang cukup besar,â ujar Noer dalam rilisnya yang diterima Siwalima Rabu (15/10).
Menurutnya, dengan kapasitas 5 mesin, maka Pulau Ambon nanti tidak akan mengalami devisit listrik seperti yang terjadi beberapa taÂhun lalu, bahkan dengan cadangan listrik yang ada akan di dorong ke luar Pulau Ambon seperti Pulau Seram.
Apalagi, menyambut masukan investor yang akan menggarap proyek MIP tentu membutuhkan daya listrik yang besar, sehingga sejak awal PLN telah berupaya untuk menyiÂapkan kebutuhan listrik.
âPak gubernur sudah minta ke kita untuk kalau bisa siapkan caÂdangan listrik untuk rencana maÂsukÂnya investor di proyek MIP jadiÂkan kalau PLTMG Ambon Peacker II sudah tuntas, maka listrik akan ditarik kesana,â janji Noer.
Wapres Minta
Wakil Presiden Gibran RakabuÂming Raka meminta PLN terus tingkatkan layanan listrik dari 6 jam menjadi 24 jam, dan pelayanan harus sampai ke pelosok desa yang belum menikmati listrik secara maksimal.
Permintaan ini disampaikan Wapres saat mengunjungi PemÂbangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Ambon Peacker I, berlokasi di Desa Waai, KecaÂmatan Salahutu, Kabupaten MaluÂku Tengah, Selasa (14/10).
Wapres tiba di PLTMG pukul 15.48 WIT dan langsung menyiÂmak pemaparan GM PT PLN (PerÂsero) UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko terkait kondisi kelistrikan di Maluku.
Wapres yang diterima Gubernur Hendrik Lewerissa mendengar secara serius kondisi kelistrikan di Maluku dimana masih terdapat banyak desa yang belum menikÂmati layanan listrik 24 jam.
Mendengar penjelasan pihak PLN, Wapres lantas menanyakan kemampuan listrik yang dihasilÂkan baik dari PLTD, PLTMG Peacker I dan diketahui masih ada cadaÂngan listrik di Maluku dan Maluku utara sebesar 153.89 MW.
Mendengar jawaban pihak PLN, Wapres pun meminta PLN agar memastikan layanan listrik yang selama ini 6 dan 12 jam menjadi 24 jam agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan baik.
âSaya minta daerah yang masih 6 jam dan 12 jam itu ditingkatkan menjadi 24 jam,â ucap Wapres.
Wapres bilang, semua masyaÂrakat di Maluku harus merasakan layanan listrik tanpa padam, maka menjadi tugas PLN agar memasÂtikan masyarakat menikmati listrik dengan baik.
Apabila lanjut Wapres, ada program listrik desa yang bertujuan untuk menyediakan akses listrik ke seluruh desa di Indonesia, khuÂsusnya di wilayah tertinggal, terdeÂpan, terluar (3T) yang ditargetkan untuk periode 2025-2029.
âUntuk program listrik desa saya juga minta diperhatikan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,â tegas wapres.
Merespon perintah Wapres, GM PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko memastikan akan menindaklanjuti namun akan dilakukan secara bertahap.
Pasalnya, PLN harus memperÂbaiki mesin-mesin pada unit-unit pembangkit yang sudah termakan usia, sehingga dapat melayani masÂyarakat yang sebelumnya 6 jam dan 12 ditingkatkan secara bertahap.
âMemang banyak desa yang belum menikmati listrik 24 jam. Jadi kita akan tingkatkan secara bertahap. Sedangkan bagi yang di pegunungan dan daerah 3T meÂmang kita terkendala infrastruktur, tadi kita sudah sampai ke pak WaÂpres agar dapat dibantu perbaikan infrastruktur,â kata Noer.
Usai meninjau PLTMG, Wapres langsung bertolak menuju Natsepa untuk bertemu dengan para pelaku UMKM.(S-20)