WAKIL Walikota Ambon, Ely Toisutta menemukan sejumlah persoalan saat melakukan sidak ke beberapa dapur MBG.
Menurutnya, dapur MBG perlu segera dibenahi. Di antaranya porsi makanan yang dinilai terlalu sedikit, tampilan makanan yang kurang menarik untuk siswa SD, hingga temuan makanan kedaluwarsa di dapur.
“Kami juga mendapati ada makanan yang sudah kedaluwarsa. Ini tentu menjadi perhatian serius dan sudah kami evaluasi bersama kepala SPPG dan petugas gizi,” ungkapnya kepada wartawan, usai sidak ke sejumlah sekolah dan dapur penyedia program MBG, Jumat (13/2).
Selain kualitas makanan, Ely juga menyoroti jadwal distribusi yang tidak sinkron dengan jam sekolah. Di salah satu sekolah, makanan MBG tiba saat siswa sudah pulang.
“Ini harus disinkronkan. Jangan sampai makanan datang ketika anak-anak sudah tidak ada di sekolah,” katanya.
Ia juga menerima masukan langsung dari siswa, termasuk keluhan soal nasi yang lembek, bau pada wadah makanan (ompreng), serta rasa sayur yang kurang enak.
“Masukan polos dari anak-anak ini penting. Kita harus awasi dan beri teguran kepada pengelola dapur,” ujarnya.
Pengelolaan limbah dapur turut menjadi perhatian. Dalam sidak, ditemukan sampah dapur yang masih menumpuk hingga pukul 10.00 WIT, menandakan belum dibuang sejak malam sebelumnya.
“Ini menjadi perhatian. Kami sudah koordinasi agar sampah dapur MBG dikelola lebih baik dan diangkut oleh dinas kebersihan sesuai mekanisme retribusi,” jelasnya.
Selain itu, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di beberapa dapur dinilai masih perlu pembenahan, meski secara umum kondisi dapur cukup layak.
Ely menegaskan, pengawasan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap 17 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon, sekaligus memastikan program MBG tidak hanya bersifat seremonial.
“Kami ingin memastikan makanan yang disajikan benar-benar sesuai standar gizi dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” katanya.
Beberapa lokasi yang telah ditinjau antara lain dapur MBG di kawasan belakang Kantor PLN Diponegoro, Poka, serta dapur di Sekolah Cendekia. Sidak juga dilakukan di SD Xaverius.
Ke depan, Pemkot Ambon akan berkoordinasi dengan Satgas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di kota ini.
Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan, melalui pengawasan langsung di lapangan.
Menurut Ely, kehadiran pemerintah di sekolah-sekolah dan fasilitas layanan publik merupakan bentuk perhatian untuk memastikan mutu pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan pendidikan yang diterima anak-anak kita adalah pelayanan yang bermutu, termasuk infrastruktur dan pendistribusian guru. Begitu juga pelayanan kesehatan di puskesmas, tenaga kesehatan, obat-obatan, semuanya harus maksimal,” ujarnya.
Ely menegaskan, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar kondisi di lapangan terlihat apa adanya.
“Kalau ada pemberitahuan, semuanya sudah dirapikan. Jadi setiap sidak yang dilakukan tidak pernah ada pemberitahuan terlebih dahulu,” tegasnya.
“Pengawasan akan terus kami lakukan. Tujuannya jelas, agar program ini benar-benar berkualitas, sehat, dan bermanfaat bagi anak-anak Kota Ambon,” tutup Ely.(Mg-1)