AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura Ambon, menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan akademik dan keahlian ilmiah bagi INPEX dalam pelaksanaan proyek Abadi LNG Masela yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Ruslan Tawari menyebut, Unpatti tengah mendorong para pakar lintas disiplin untuk terlibat aktif dalam konstruksi pemikiran, perencanaan, serta pengembangan proyek Masela.
Ia mengaku, sejumlah kebutuhan teknis, seperti pengelasan bawah air, instalasi pipa bawah laut, serta eksplorasi kelautan, memerlukan kolaborasi dengan institusi berpengalaman seperti ITB dan ITS.
"Karena itu, Unpatti membuka ruang sinergi antar perguruan tinggi, guna memastikan standar teknis industri energi dapat terpenuhi,” tulis Tawari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Senin (24/11).
Tawari menjelaskan, pengembangan proyek Masela yang mencakup pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di perairan sekitar Pulau Yamdena, Kabupaten Tanimbar serta fasilitas onshore LNG di kawasan yang sama, selain itu, infrastruktur pipa bawah laut juga menjadi bagian penting dari sistem produksi dan distribusi gas proyek tersebut.
Kerja sama ini, bukan hanya memberi ruang bagi kontribusi teknis dan sosial dari pihak kampus, tetapi juga menjadi momentum besar bagi Unpatti untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, riset aplikatif, dan pengembangan UMKM binaan di Maluku.
“Sebagai perguruan tinggi utama di kawasan timur Indonesia, Unpatti diharapkan dapat memberikan masukan yang objektif dan konstruktif demi kelancaran proyek, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” jelas Tawari.
Masih dalam rilis itu, Vice President Supply Chain Management INPEX Masela Ltd, Rudi Imran, menambahkan, saat ini INPEX tengah memasuki tahap front-end engineering design (FEED). Pada fase ini, kontraktor menyiapkan dokumen teknis yang menjadi dasar perencanaan dan pengembangan proyek.
Untuk menjamin kualitas desain dan kajian teknis, INPEX menggandeng tiga perguruan tinggi yakni, ITB, ITS dan Unpatti melalui mekanisme independent design review. Semua dokumen teknis dari kontraktor akan dikaji secara independen oleh ketiga kampus tersebut, untuk mengidentifikasi aspek teknis yang memerlukan perhatian sejak tahap awal.
Secara khusus, INPEX menugaskan Unpatti untuk melakukan review dokumen terkait environment, social, and governance (ESG), termasuk penilaian dampak sosial proyek terhadap masyarakat di kawasan pengembangan Masela.
Selain itu, sejumlah pakar Unpatti juga akan bekerja bersama ITB dan ITS dalam menelaah dokumen teknis yang lebih mendalam.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen INPEX untuk memastikan, bahwa pengembangan Proyek Strategis Nasional Masela dilaksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh,” tandas Imran.(S-25)