AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Swiss tengah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku, guna memperkuat pendidikan vokasi.
Komitmen kerjasama ini disampaikan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder saat bertemu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di ruang kerjanya, Rabu (14/1).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini, Dubes Swiss menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dibidang pendidikan vokasi, khususnya berkaitan dengan energi baru terbarukan.
Usai pertemuan, gubernur mengaku, kedatangan Dubes Swiss ke Maluku merupakan kunjungan pertama setelah menjadi Duta Besar Swiss dan secara khusus di kawasan Indonesia timur.
“Dubes Swiss dan tim berkunjung ke Maluku untuk meninjau Balai Latihan Kerja dalam upaya merintis kerjasama dibidang vokasi, terutama kepada calon-calon tenaga kerja Maluku untuk dipersiapkan memiliki keahlian dibidang energi baru terbarukan,” ucap gubernur.
Salah satu contoh pelatihan pendidikan vokasi yang akan menjadi bagian dari kerjasama Maluku dan Swiss kata Gubernur, berkaitan dengan penggunaan solar cell panel, artinya para anak-anak Maluku nantinya akan dilatih cara memasang, mengoperasikan dan merawat solar cell panel.
Keinginan kerjasama ini, semakin didukung dengan antuasias anak-anak muda Maluku yang sementara dilatih di BLK, sehingga menambah ketertarikan pemerintah Swiss untuk bekerjasama.
"Dubes Swiss sangat mengapresiasi, ternyata BLK di Ambon itu cukup bagus dan antuasias anak muda yang dilatih cukup positif, jadi pemerintah Swiss akan bekerjasama,” ucap gubernur.
Sebelum kedatangan Dubes Swiss menurut gubernur, sudah ada salah satu LSM dari Swiss juga akan membantu pemerintah provinsi dengan kapal pembersih sampah yang akan datang dalam waktu dekat, dan sekarang lagi dalam proses penyelesaian administrasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Disamping menyatakan keinginan untuk bekerjasama dibidang pendidikan vokasi, Dubes Swiss dan tim juga akan melakukan eksplorasi untuk melihat potensi yang di miliki Maluku, agar kedepan akan ada investastor dari Swiss yang masuk ke Maluku.
"Kita tahu Swiss ini satu negara produsen coklat terkenal di dunia dan juga kopi, jadi sapa tahu ada investor dari Swiss yang berminat untuk berinvestasi di bidang coklat atau kakao atau kopi di Maluku. Prinsipnya kami berterima kasih memperoleh kunjungan Dubes Swiss ini,” tandas gubernur.(S-20)