SIWALIMA.id > Berita
Target BPJN Perbaikan Jalan Lintas Lokki-Kulur Tahun Ini
Daerah | Senin, 9 Februari 2026 pukul 13:57 WIT

PIRU, Siwalima.id - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menargetkan ruas jalan Lokki-Kulur,Kecamatan Hua­mual Kabupaten SBB akan diker­jakan tahun 2026 dengan meng­gunakan dana Inperes Jalan Daerah (IJD).

Hal ini ditegaskan Kepala Satker BPJN Maluku Abdul Hamid Payapo kepada Siwalima, pekan kemarin, saat meninjau ruas Jalan Piru-Lokki di wilayah Dusun Ani dan Olah yang pekerjaannya sudah seratus persen selesai. 

Menurutnya, untuk pembangu­nan ruas jalan Lokki-Kulur dirinya menargetkan tahun ini harus di kerjakan mengingat kondisi sangat rusak parah dan dilalui harus dengan ekstra hati-hati. Selain jalan pastinya pembangunan jembatan juga. 

“Kami akan usahakan jalan lintas Lokki-Kulur harus diperbaiki. Per­baikan ruas jalan ini dikerjakan dengan mengunakan dana Inpres, “ tegas Payapo. 

Dikatakan, dengan selesainya ruas jalan Piru-Lokki di tahun 2025 ini maka itu BPJN Maluku manargetkan tahun 2026 ruas jalan Lokki-Kulur harus dikerjakan sehingga aktivitas masyarakat Huamual berjalan dengan baik. 

“Dengan perbaiki ruas jalan di Huamual depan ini, maka pena­nga­nan kondisi jalan dapat berfungsi se­cara optimal dan terus dimaksi­malkan demi memberikan kenyama­nan bagi masyarakat dalam ber­kendara,” ujarnya.

Dirinya berharap, kepada mas­yarakat pengguna jalan khususnya wilayah Huamual untuk bersabar, karena pembangunan jalan butuh proses salah satunya dengan mengusulkan anggaran. Semoga di tahun ini ruas jalan Lokki-Kulur bisa tercapai target di tahun ini untuk dikerjakan dengan mengunakan dana Inpres. 

“Intinya target saya di tahun 2026 ini, ruas jalan Lokki-Kulur yang berlubang dan rusak parah ini baik di SBB, maupun Pulau Buru itu akan di tangani semua,” pungkasnya. 

Jalan Kota Baru - Air Nanang 

BPJN Maluku juga terus mengebut pengerjaan proyek strategis nasional di Kabupaten SBT. Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Airnanang kini menjadi prioritas utama guna memutus rantai isolasi di wilayah pesisir tersebut.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, mengatakan, per awal Februari 2026, realisasi fisik di lapangan telah menunjukkan kemajuan positif.

“Hingga saat ini, progres pembangunan jalan ruas Kota Baru- Airnanang telah menyentuh angka 4,993 persen. Fokus kami saat ini berada di STA 06+000 dengan pengerjaan yang cukup intensif pada sektor galian dan penyiapan struktur fondasi jalan,” tulis Leuwol dalam rilis yang diterima, Siwalima, Sabtu, (7/2).

Toce menjelaskan, Proyek tersebut yang menjadi bagian dari konektivitas Trans Seram ini, memiliki bentangan efektif sepanjang 31,7 kilometer hingga mencapai Kampung Akat Fadedo. 

“Pembangunan ini menggunakan skema Multi Year Contract (MYC) dengan dukungan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 185 miliar,” tulis Toce dalam rilis tersebut 

Menurutnya, Kontrak pengerjaan sudah dimulai sejak 10 Oktober 2025 dan direncanakan tuntas sepenuhnya pada tahun 2027. Skema tahun jamak ini memastikan bahwa anggaran tersedia secara berkelanjutan hingga jalan ini benar-benar terhubung

Tak hanya itu, Leuwol mengaku, Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah kondisi geografis yang belum terjamah. Pada tahap Mutual Check Nol (MC0), tim teknis di lapangan harus bekerja ekstra keras meme­-takan jalur di tengah hutan primer.

“Kondisinya cukup menantang, tim rintis dan alat berat harus masuk ke kawasan hutan dan melintasi beberapa titik rawa yang cukup dalam. Kami melakukan penyesuaian desain secara teliti di lapangan agar konstruksi yang dihasilkan nantinya benar-benar kokoh dan sesuai dengan kondisi tanah di sini,” ungkap Leuwol.

Kata Leuwol, proyek ini bukan sekadar urusan teknis melainkan upaya menjawab kerinduan masyarakat yang telah puluhan tahun menanti akses darat. Selain itu, antusiasme warga sangat tinggi karena selama ini mereka hanya bergantung pada jalur laut yang sangat berisiko saat cuaca buruk.

“Masyarakat menyampaikan kepada kami bahwa setelah 80 tahun Indonesia merdeka, barulah akses jalan ini masuk ke wilayah mereka. Respon ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan dukungan penuh dari warga setempat,” pintanya.(S-18/S-27)

BERITA TERKAIT