AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyebut, tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni 714 (Laut Banda), 715 (Laut Seram) dan 718 (Laut Arafura) jadi modal kuat mendukung hilirisasi perikanan di Maluku.
Untuk itu, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ekonomi pesisir dan peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir, guna bertransformasi dari produsen bahan mentah menjadi pelaku usaha mandiri.
Namun, sayangnya selama ini nelayan pesisir belum mendapatkan perhatian serius, karena terlalu banyak mengekspor raw material atau bahan mentah perikanan keluar Maluku.
“Coba bayangkan selama ini baik ikan dan rumput laut kalau diekspor ke negara luar, semuanya bahan mentah dan fatalnya lagi baik ikan maupun rumput laut yang diekspor itu tercatat sebagai ikan dan rumput laut Surabaya, Bali atau Bitung, karena diekspor dari sentra yang ada disana,” tandas gubernur kepada Siwalima.id di Ambon, Jumat (2/1).
Satu-satunya produk Maluku yang diekspor langsung ke pasar internasional kata gubernur, hanya produksi udang di Arara Pulau Seram yang luar biasa dan menjadi produsen udang terbesar di Indonesia, setelah perusahaan Saratoga Group tidak lagi beroperasi.
Menurutnya, jika hasil perikanan dikemas menjadi olahan perikanan dan langsung diekspor ke pasar internasional, seperti udang di Arara, maka akan mendatangkan nilai tambah bagi Maluku.
Sebaliknya, jika hanya mengekspor raw material atau bahan mentah saja, maka tidak akan ada nilai tambah yang diperoleh Maluku yang dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat termasuk nelayan pesisir.
“Satu saat nanti di Maluku harus ada proses hilirisasi atau industrialisasi hasil perikanan, artinya kalau dibangun pabrik pengolahan ikan, pabrik pengolahan tepung ikan seperti abon ikan atau tepung tulang ikan dan sebagainya, maka tentunya masyarakat akan menikmati hasil dari sumber daya perikanan yang dimiliki,” tandas gubernur.
Gubernur menegaskan, tiga WPP yang ada di wilayah perairan Maluku sudah cukup memenuhi kebutuhan industrialisasi aatau hilirisasi sektor perikanan, sehingga akan menarik minat para investor untuk datang ke Maluku.
"Pemerintah provinsi terus berjuang untuk meyakinkan pemerintah pusat agar ada hilirisasi atau industrialisasi hasil perikanan di Maluku,” tegas gubernur.(S-20)