SIWALIMA.id > Berita
Tokoh Pemuda Liang Minta Status Pos PAM Pasca Bentrok Diperpanjang
Online | Kamis, 20 November 2025 pukul 21:04 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pasca bentrok antar pemuda Negeri Liang, tokoh pemuda di negeri tersebut minta agar pos pengamanan sementara yang didirikan Polresta Ambon di perbatasan dua kompleks bertikai yakni Matahari Naik dan Matahari turun tetap ada. 

Hal ini disampaikan saat pertemuan bersama Kasat Binmas Polresta Ambon, AKP Djafar Lessy dan Kapolsek Salahutu, AKP Aris bersama para tokoh di Negeri Liang pasca pengukuhan Kepala Pemuda di negeri tersebut.

Rapat yang berlangsung di Kantor Negeri Liang, Kamis (20/11) bertujuan untuk Perencanaan Program Prioritas Kepala Pemuda dalam menciptakan situasi Kamtibmas Negeri Liang yang aman dan Kondusif.

Kepala Pemuda Negeri Liang, Ismail Wael dalam kesempatan tersebut, meminta pihak kepolisian untuk memperpanjang Sprin tugas di Negeri Liang sampai Situasi Kamtibmas benar-benar Kondusif.

Dirinya mengaku, siap berkolaborasi dengan Polsek Salahutu dalam hal menjaga Kamtibmas di Negeri Liang.

"Prinsipnya kami bersepakat dan fokus untuk membangun dan menciptakan situasi yang aman di Negeri ini,  namun kami minta ditambah waktu penugasan di Negeri Liang sampai situasi Kamtibmas benar-benar kondusif,” pinta Wael. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Saniri Negeri Liang, Idris Samual, bahwa situasi di Liang dalam 1 pekan belakangan terlihat sudah kondusif, hanya saja masih ada warga yang belum kembali dari pengungsian lantaran merasa kenyamanan belum di dapat. 

"Sepekan ini kondisi sudah aman, namun kenyamanan belum didapat sehingga kami minta kalau bisa Pos di dua kubu ini harus tetap dipertahankan,” pinta Samual.

Ditempat yang sama Kasat Binmas Polresta Ambon AKP Djafar Lessy berharap dengan terpilihnya Kepala Pemuda, wakil dan sekretaris yang ada sesuai dengan konsep, akan dibahas terkait dengan struktur organisasi kepemudaan yang mempunyai kekuatan Hukum. 

“Perlu adanya struktur yang mempunyai kekuatan hukum sebagai dasar saat bertindak di lapangan, nantinya struktur yang ada diikrarkan oleh raja dan dipublikasikan kepada masyarakat,” ucap AKP Djafar.

Kapolsek Salahutu berharap, dengan adanya pembentukan kepala kepemudaan Liang, maka tidak ada lagi istilah pemuda matahari naik dan pemuda matahari turun. 

"Mungkin  dengan tidak adanya istilah itu negeri ini akan baik-baik saja,” ucap kapolsek. 

Selain itu, dengan adanya pembentukan tersebut, kapolsek juga minta adanya kolaborasi yang baik dengan Polsek Salahutu maupun dengan pemerintah kecamatan.(S-10)

BERITA TERKAIT