AMBON, Siwalima.id - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Maluku.
Salah satunya ditunjukkan oleh B’gaya by efie, brand fashion asal Ambon yang dibina oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku, kini bersiap melangkah ke pasar global.
Pendiri B’gaya by efie, Efie Hehanussa, mengatakan pembinaan yang dilakukan Bank Indonesia tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut mencakup digitalisasi usaha, perluasan pasar, literasi keuangan, hingga pendampingan manajemen.
“Pembinaan BI tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga kesiapan usaha secara sistem. Kami didorong untuk tertib administrasi, memanfaatkan transaksi non-tunai, serta memahami pemasaran digital yang sesuai dengan karakter brand,” ujar Efie, kepada Siwalima, di Ambon, Sabtu (20/12).
Melalui program digitalisasi, UMKM binaan diarahkan untuk masuk ke ekosistem formal, salah satunya melalui penggunaan QRIS. Menurut Efie, penggunaan transaksi digital membantu membangun rekam jejak usaha yang lebih rapi dan transparan, sehingga memudahkan akses ke pembiayaan formal.
Selain digitalisasi, Bank Indonesia juga mendorong perluasan pasar UMKM, baik lokal maupun ekspor.
Efie menyebut, BI membuka wawasan pelaku usaha untuk melihat peluang pasar di luar daerah, termasuk menyiapkan produk agar memenuhi standar pasar yang lebih luas.
“Kami mengikuti proses kurasi sebagai UMKM yang dinilai siap untuk Go Global. Dari situ kami belajar tentang standar produk, konsistensi kualitas, kesiapan produksi, hingga penguatan branding untuk pasar internasional,” katanya.
B’gaya by efie merupakan UMKM fashion berbasis budaya yang menjadikan batik sebagai medium utama untuk menampilkan identitas Maluku dalam gaya busana modern. Warna, motif, dan unsur budaya lokal menjadi ciri khas yang membedakan brand ini di tengah industri fesyen nasional.
Dukungan Bank Indonesia Perwakilan Maluku terhadap B’gaya by efie dimulai sejak seleksi IKRA Nasional 2021, dilanjutkan dengan partisipasi dalam Pameran Maluku Manggurebe 2022.
Sejak saat itu, brand ini aktif mengikuti berbagai program pembinaan, seminar, pendampingan, serta kegiatan fesyen berskala nasional melalui kolaborasi dengan BI Maluku.
Efie menilai, peran UMKM sangat signifikan bagi ekonomi Maluku, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.
Banyak UMKM berbasis keluarga dan komunitas, sehingga pertumbuhan usaha berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Di sektor fashion berbasis budaya, UMKM turut menjaga keberlanjutan pengrajin, penjahit, dan pelaku kreatif lokal. Ini penting untuk keberlanjutan ekonomi berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran sentral Bank Indonesia sebagai penghubung UMKM dengan ekosistem yang lebih luas, sekaligus pendamping yang membantu pelaku usaha memahami arah kebijakan ekonomi nasional dan daerah.
Dari sisi hasil, pembinaan BI Maluku memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha B’gaya by efie. Manajemen keuangan menjadi lebih tertata, omzet meningkat secara bertahap, dan jangkauan pasar meluas hingga ke luar Maluku. “Pembinaan ini membantu kami lebih siap tumbuh secara berkelanjutan dan kompetitif,” kata Efie.
Upaya Bank Indonesia dalam mendorong UMKM Go Digital dan Go Export dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi Maluku yang inklusif dan berdaya saing di tengah tantangan global. (S-25)