AMBON, Siwalimanews – Universitas Pattimura Ambon berkomitmen memperkuat dukungan terhadap prestasi mahasiswa, baik di bidang seni maupun olahraga.
Komitmen itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unpatti, Prof Pieter Kakisina saat melepas Kontingen Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)XIX Maluku di audiotorium Fakultas Sains dan Teknologi, Jumat (12/9)
Menurut Kakisina, Kementerian Pendidikan Tinggi tidak pernah mempersulit pengajuan anggaran terkait kegiatan kemahasiswaan, selama usulannya jelas dan memiliki nilai prestasi.
Ia mencontohkan dukungan dana sebesar Rp2,3 miliar yang dialokasikan Unpatti untuk 50 mahasiswa mengikuti lomba paduan suara tingkat nasional, setelah sebelumnya tim paduan suara Unpatti tampil di Denmark dan menembus peringkat tujuh dunia.
âIni bukan sekadar soal anggaran. Yang utama adalah bagaimana prestasi mahasiswa bisa mengangkat nama besar Unpatti, Maluku dan Indonesia di level internasional,â ucap Kakisina
Selain mendukung seni kata Kakisina, Unpatti juga tengah mempersiapkan pembangunan Sport Center. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah pembinaan atlet Maluku agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
âKalau kita pergi bertanding, bukan hanya soal ikut lomba, tapi juga membuktikan sportivitas dan kualitas,â tandas Kakisina.
Untuk itu kata Kakisina, perlunya manajemen pelatihan yang lebih profesional, termasuk mendatangkan pelatih nasional maupun internasional, sebab investasi dalam kualitas pembinaan, akan memberikan hasil jangka panjang.
Perguruan tinggi juga didorong untuk memberikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa berprestasi. Dokumen tersebut akan memperkuat rekam jejak lulusan di dunia kerja, karena mencatat capaian non akademik seperti olahraga dan seni.
âMahasiswa ini membagi waktu antara kuliah dan latihan. Prestasi mereka harus didukung dan diakui secara resmi,â ujar Kakisina.
Ia berharap, dengan adanya sport center dan dukungan anggaran yang terarah, maka jumlah mahasiswa Unpatti yang mampu tampil di level nasional maupun internasional akan semakin meningkat.
âJangan sampai kita hanya sekadar ikut, lalu finis di urutan terakhir. Kita harus buktikan bahwa Maluku juga bisa,â cetus Kakisina.(S-25)