SIWALIMA.id > Berita
Usai Ratusan Siswa Keracunan, Bupati Sidak Dapur MBG
Daerah | Jumat, 7 November 2025 pukul 14:55 WIT

PIRU, Siwalima.id - Pasca ratusan siswa di SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat dan Taman Kanak-kanak Talaga Ratu di Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB mengalami keracunan usai menyan­tap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (20/10).

Bupati SBB, Asri Arman didampi­ngi Tenaga Ahli Utama BP Taskin Irwan Sangadi, Wakil Bupati Selfi­nus Kainama dan rombongan men­datangi dapur MBG Desa Piru dan Desa Waimital.

Dapur di Desa Waimital yang di­kelola Yayasan Al Barqah Nahdliyin, sebelumnya menyediakan MBG bagi para siswa dan terjadilah kejadian luar biasa beberapa waktu lalu.

Penghijauan bertujuan untuk memastikan proses operasional dapur MBG berjalan sesuai standar serta, menjamin kualitas makanan yang disiapkan dan disajikan bagi para penerima manfaat khususnya peserta didik.

Bupati mengaku kalau mengaku kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah SBB mendu­kung pelaksanaan program MBG. 

“Hari ini saya bersama pak Irwan dari BP Taksin, wakil bupati dan rombongan meninjau langsung akti­vitas dapur SPPG. Kami ingin me­mastikan fasilitas yang digunakan benar-benar mendukung proses memasak dan distribusi makanan serta menjaga kebersihan dan kelan­caran kegiatan di lapangan,” ujarnya di Desa Waimital kemarin. 

Ia mengaku, peninjauan dilakukan secara menyeluruh untuk memasti­kan seluruh tahapan pengelolaan makanan berjalan sesuai SOP, baik dari aspek kesehatan maupun kebersihan.

“Penting dilakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan SOP termasuk monitoring terhadap menu yang ku­rang diminati siswa, agar disem­pur­nakan dalam penyusunan menu beri­kutnya sehingga makanan yang di­siapkan tidak terbuang,” pesannya.

Ia juga memberikan sejumlah arahan kepada pengelola dapur diantaranya pembersihan peralatan masak dan makan diperluas, serta makanan yang baru dimasak perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan.

Sementara itu Sangaji memberikan apresiasi atas langkah nyata Pem­kab SBB dalam mendukung pelak­sanaan program MBG. “Dengan ber­bagai perbaikan yang terus dilaku­kan dapur SPPG ini akan semakin baik dan dapat menjadi rujukan bagi daerah lainnya, ung­kapnya.

Selain itu ia berharap apa yang dilakukan ini dapat memenuhi target nasional, tetapi benar-benar mem­berikan manfaat bagi para peserta didik, ibu hamil, menyusui di SBB.

Ia berpesan kepada seluruh penge­lola, agar menjalankan tugas dengan ketulusan dan tanggung jawab tinggi. “Bekerjalah dengan hati dan rasa cinta kepada anak-anak, anggaplah maka­nan yang disi­apkan untuk anak sendiri, sehingga dapat mela­hirkan generasi yang sehat, cerdas dan siap menyong­song Generasi Emas 2045, ungkapnya.

Untuk diketahui, dapur MBG di Desa Piru dan Waimital dikelola Yayasan Al Barqag Nahdliyin. Dapur  di Desa Piru telah beroperasi lebih dari 2 bulan dan melayani 2.838 por­si, sedangkan di Desa Waimital melayani sekitar 3.220 porsi setiap hari. (S-15)

BERITA TERKAIT