AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, pentingnya peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, walikota mengajak seluruh kader untuk terus bekerja dengan hati serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Ambon.
“Posyandu adalah salah satu unsur penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pemerintah telah menetapkan enam Standar Pelayanan Minimal yang wajib dilaksanakan, dan Posyandu menjadi bagian strategis di dalamnya,” ujar Wattimena, dalam kegiatan Temu Kader se-Kota Ambon Tahun 2026 sekaligus sosialisasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, yang berlangsung di Convention Hall MCM Lantai II, Sabtu (14/2).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Maluku, Ny Maya Beby Lewarissa,di dampingi oleh Walikota Ambon Bodewin Wattimena Ketua TP PKK Kota Ambon, Ny Lisa Wattimena, Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette,
Walikota menjelaskan, implementasi enam SPM tidak hanya mencakup sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta sosial. Karena itu, kader Posyandu diharapkan mampu menjalankan peran lebih luas, tidak terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, sejumlah persoalan masih dihadapi Kota Ambon, mulai dari akses layanan kesehatan yang belum merata, kasus gizi kurang dan obesitas, penyakit menular, hingga keterbatasan air bersih dan rumah layak huni.
“Masalah kita bukan hanya kekurangan gizi, tetapi juga obesitas. Ini menunjukkan literasi kesehatan masih perlu ditingkatkan. Di sinilah peran kader untuk mengedukasi masyarakat secara langsung di lingkungan terkecil,” tegasnya.
Ia menegaskan intervensi program pemerintah harus tepat sasaran dan tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak berhak.
“Kader Posyandu bisa membantu mengidentifikasi warga yang benar-benar membutuhkan. Bantuan sosial bukan untuk yang berkecukupan atau karena kedekatan dengan aparat. Ini harus kita benahi bersama,” ujarnya.
Selain itu, kader diharapkan aktif membangun kesadaran hidup sehat, mencegah penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, serta memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia mengakui, Pemerintah Kota Ambon memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan masyarakat tanpa dukungan kader di lapangan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kader Posyandu menjangkau hingga ke gang-gang dan wilayah paling ujung. Jika dilibatkan secara maksimal, dampaknya akan sangat besar bagi kota, provinsi, bahkan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat Posyandu.
Menurutnya, Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan dasar di tengah masyarakat dan kini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu yang mendukung enam bidang SPM.
“Transformasi ini menuntut peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan peran secara optimal, profesional, dan terintegrasi. Kegiatan ini penting untuk memperkuat kompetensi kader serta meningkatkan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader semakin memahami tugas dan fungsinya, memiliki kemampuan administrasi dan pelaporan yang baik, serta mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
“Dengan Posyandu yang kuat, kita dapat menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga di Maluku, khususnya di Kota Ambon,” katanya.
“Mari terus bekerja dengan hati. Kita hidup dan mencari nafkah di Kota Ambon. Tugas kita menjaga kota ini dengan seluruh kemampuan yang kita miliki agar persatuan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Kegiatan Temu Kader ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TPPKK, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan dasar yang merata, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh warga Kota Ambon. (Mg-1)