AMBON, Siwalimanews – Bentrok antar warga Kabauw dan Kailolo, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah meÂnyebabkan, satu warga meniÂngÂgal dunia dan lima lainnya luka.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Rositah Umasugi menjelaskan, bentrokan antar dua negeri berteÂtangga itu terjadi pada, Selasa (9/9) sekitar pukul 11.45 WIT.
Ketegangan itu, dipicu persoalan inÂdiÂvidu yang kemudian meningkat menjadi bentrokan antar warga pada dua negeri bertetangga itu.
Insiden bermula, ketika seorang warga Kabauw berinisial RK (27) bersama anaknya dalam perjalaÂnan membeli cat dan menjemput saudaranya di SD Kailolo, namun saat tiba di depan Dermaga Penyeberangan Ferry Wainana, RK dianiaya oleh sejumlah pemuda.
âTak terima mendapatkan kekeÂraÂsan, RK kemudian kembali ke Kabauw dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya,â ungkap Kombes Rosita.
Lataran tidak terima ada warga Kabauw yang dianiaya, akhirnya terjadilah bentrokan di perbatasan hingga merembet ke Dusun WaiÂnana termasuk ke area sekolah.
Akibat bentrokan itu, salah satu warga dilaporkan meninggal dunia dengan inisial SP (37), karena meÂngalami luka tembak, sementara 5 warga lainnya mengalami luka-luka.
Lima warga yang mengalami luka-luka yakni, RK (27) luka di kepala, IK (14) luka lebam di wajah akibat benda tumpul, WK (25) mengalami luka di kaki akibat serpihan, selanjutnya FK (2) lecet setelah terjatuh dari sepeda motor dan AL (25) mengalami luka temÂbak di bagian kaki.
âSementara untuk data korban dari pihak Negeri Kailolo masih diverifikasi personel polisi,â beber Kombes Rosita.
Menurut Rositah, untuk mereÂdam bentrokan itu, aparat gabuÂngan TNI/Polri langsung bergerak dengan cepat untuk memulihkan situasi.
Hingga sore hari ini, kondisi kamtibmas di kedua negeri ini mulai berangsur-angsur kondusif dan warga dari kedua belah pihak telah kembali ke rumah masing-masing.
Untuk mengantisipasi adanya gesekan lanjutan, maka sebanyak 200 personel gabungan Brimob dan Ditsamapta Polda Maluku serta Polresta Ambon dan personel TNI AD dari Koramil 07 Pulau Haruku dikerahkan ke lokasi.
âPersonel telah kami tempatkan secara proporsional di titik-titik rawan, termasuk di perbatasan KaÂbauw dan Kailolo. Untuk pengaÂmanan disana dipimpin langsung Karo Ops Polda Maluku, bersama Dansat Brimob dan Kapolresta PuÂlau Ambon,â jelas Kombes Rositah.
Polda Maluku bersama TNI, pemÂda, tokoh masyarakat dan toÂkoh agama kata Kombes Rositah, terus menghimbau warga untuk menahan diri dan tidak terprovoÂkasi informasi yang belum tentu benar serta mempercayakan penaÂnganan kasus tersebut kepada aparat keamanan.
âPenanganan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan serta menjunjung asas keadilan dan prinsip praduga tak bersalah,â jelas Kombes Rositah.
Polda Maluku juga tambah Kombes Rositah, mengajak masÂyaÂÂrakat untuk tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian yang menjadi identitas bersama di bumi raja-raja ini.
Dikerahkan
Dua Negeri bertetangga di Pulau Haruku yakni Negeri Kabauw dan Kailolo terlibat bentrok. Belum dikeÂtahui pasti apa latar belakang kedua negeri bertetangga ini berseteru.
Berdasarkan video amatir yang viral di medsos, terlihat dua kelomÂpok dari kedua negeri ini saling serang menggunakan senjata tajam.
Terlihat juga sejumlah korban luka hasil dari bentrokan tersebut yang dibopong menjauh dari lokasi kejadian.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Yoga Putra Prima Setya yang dikonfirÂmasi Siwalima melalui telepon seÂluler, Selasa (9/9) membenarkan adanya bentrokan tersebut.
Menurutnya, pasca bentrok personel gabungan langsung diturunkan untuk meredam situasi.
âUntuk polisi yang dikerahkan gabungan Polda, Polresta dan Polsek. Dari Polda 4 SST (120 personel) gabungan brimob dan samapta, dari Polresta dan Polsek sebanyak 60 personel, âjelas Kapolresta.
Menurut kapolres, situasi saat ini sudah terkendali dan berangsur kondusif. Pihaknya juga telah menÂdirikan 3 pos pengamanan unÂtuk mencegah bentrok susulan.
âSituasi sementara aman dan kami dirikan 3 pos perbatasan di perbatasan Desa Kaliolo, Desa KaÂbauw dan di gunung perbatasan, di tiap pos kami tempatkan perÂsonel yang diback up personel TNI dari Kodim dan Batalyon 731 Karabesi,â jelas kapolres.
Ditanya soal motif dari bentroÂkan, Kapolresta mengaku, pihakÂnya belum dapat menjelaskan lebih rinci terkait persoalan ini, lanÂtaran dirinya yang sementara beÂrada di TKP untuk meredam situasi.
âSabar ya kami di TKP semenÂtara meredam situasi, mohon waktu,â pinta kapolres.
DPRD Minta
Pihak kepolisian diminta untuk bergerak cepat untuk mengatasi konflik yang tengah terjadi antara Negeri Kailolo dan Kabauw di KeÂcamatan Pulau Haruku, KabuÂpaten Maluku Tengah.
Pasalnya, jika tak direspon dengan cepat, maka ditakutkan akan merembes ke wilayah lain, sehingga nantinya merepotkan aparat keamanan.
âKami minta Polda Maluku seÂgera kerahkan bantuan untuk menetralkan kondisi konflik yang terjadi di Kailolo dan Kabauw. Lebih baik diantisipasi agar konflik bisa selesai di kedua desa dan tak merembes ke luar daerah atau Negeri lainya,â ujar anggota Komisi I DPRD Maluku Zain Syaiful LatuÂkaisupy kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (9/9).
Selain itu, ia juga minta tokoh pemuda dan tokoh agama kedua negeri ini, bisa memfasilitasi perÂtemuan sehingga perdamaian bisa segera dilakukan. Disisi lain ia juga mengingatkan pihak kepolisian, agar selalu menganÂtisipasi, sebab konflik di kedua negeri tersebut dapat merembes ke daerah lain.
âSeyogianya tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kailolo dan Kabauw dapat bertatap muka bertemu untuk mendiskusikan perdamaian. LangÂkah ini harus dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi,â ucapnya.
Pihak kepolisian juga kata Latukaisupy, diharapkan selalu siap siaga, sebab bisa saja konflik berimbas ke daerah lain terutama di Kota Ambon, sebab diketahui banyak warga Kailolo dan juga Kabauw yang mendiami Kota Ambon. Ini perlu ada advis dan gerak cepat untuk menepis isu-isu miring, jangan sampai konflik terjadi lagi di Ambon ataupun daerah lainya,â pinta Latukaisupy
Lebih lanjut Kader Partai GerinÂdra Maluku ini juga, minta semua pihak untuk menahan diri. PasalÂnya, kekacauan yang terjadi tak mendatangkan kesejahteraan, namun mendatangkan kemalaÂngan, dimana infrastruktur rusak, rumah dan harta lainnya bisa saja lenya, olehnya itu, masyarakat di kedua negeri ini wajib untuk menahan diri.
Siapapun aktor dibalik ini, biarlah aparat penegak hukum yang bekerja agr bisa memberikan keadilan nyata bagi semua pihak. Mari jaga perdamaian par Maluku pung bae,â ajak Latukaisupy. (S-25/S-26/S10)