SIWALIMA.id > Berita
Warga Kabauw – Kailolo Bentrok, Satu Tewas, Lima Luka
Daerah , Headline | Rabu, 10 September 2025 pukul 23:21 WIT

AMBON, Siwalimanews – Bentrok antar warga Kabauw dan Kailolo, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah me­nyebabkan, satu warga meni­ng­gal dunia dan lima lainnya luka.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Rositah Umasugi menjelaskan, bentrokan antar dua negeri berte­tangga itu terjadi pada, Selasa (9/9) sekitar pukul 11.45 WIT.

Ketegangan itu, dipicu persoalan in­di­vidu yang kemudian meningkat menjadi bentrokan antar warga pada dua negeri bertetangga itu.

Insiden bermula, ketika seorang warga Kabauw berinisial RK (27) bersama anaknya dalam perjala­nan membeli cat dan menjemput saudaranya di SD Kailolo, namun saat tiba di depan Dermaga Penyeberangan Ferry Wainana, RK dianiaya oleh sejumlah pemuda.

“Tak terima mendapatkan keke­ra­san, RK kemudian kembali ke Kabauw dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya,” ungkap Kombes Rosita.

Lataran tidak terima ada warga Kabauw yang dianiaya, akhirnya terjadilah bentrokan di perbatasan hingga merembet ke Dusun Wai­nana termasuk ke area sekolah.

Akibat bentrokan itu, salah satu warga dilaporkan meninggal dunia dengan inisial SP (37), karena me­ngalami luka tembak, sementara 5 warga lainnya mengalami luka-luka.

Lima warga yang mengalami luka-luka yakni, RK (27) luka di kepala, IK (14) luka lebam di wajah akibat benda tumpul, WK (25) mengalami luka di kaki akibat serpihan, selanjutnya FK (2) lecet setelah terjatuh dari sepeda motor dan AL (25) mengalami luka tem­bak di bagian kaki.

“Sementara untuk data korban dari pihak Negeri Kailolo masih diverifikasi personel polisi,” beber Kombes Rosita.

Menurut Rositah, untuk mere­dam bentrokan itu, aparat gabu­ngan TNI/Polri langsung bergerak dengan cepat untuk memulihkan situasi.

Hingga sore hari ini, kondisi kamtibmas di kedua negeri ini mulai berangsur-angsur kondusif dan warga dari kedua belah pihak telah kembali ke rumah masing-masing.

Untuk mengantisipasi adanya gesekan lanjutan, maka sebanyak 200 personel gabungan Brimob dan Ditsamapta Polda Maluku serta Polresta Ambon dan personel TNI AD dari Koramil 07 Pulau Haruku dikerahkan ke lokasi.

“Personel telah kami tempatkan secara proporsional di titik-titik rawan, termasuk di perbatasan Ka­bauw dan Kailolo. Untuk penga­manan disana dipimpin langsung Karo Ops Polda Maluku, bersama Dansat Brimob dan Kapolresta Pu­lau Ambon,” jelas Kombes Rositah.

Polda Maluku bersama TNI, pem­da, tokoh masyarakat dan to­koh agama kata Kombes Rositah, terus menghimbau warga untuk menahan diri dan tidak terprovo­kasi informasi yang belum tentu benar serta mempercayakan pena­nganan kasus tersebut kepada aparat keamanan.

“Penanganan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan serta menjunjung asas keadilan dan prinsip praduga tak bersalah,” jelas Kombes Rositah.

Polda Maluku juga tambah Kombes Rositah, mengajak mas­ya­­rakat untuk tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian yang menjadi identitas bersama di bumi raja-raja ini.

Dikerahkan

Dua Negeri bertetangga di Pulau Haruku yakni Negeri Kabauw dan Kailolo terlibat bentrok.  Belum dike­tahui pasti apa latar belakang kedua negeri bertetangga ini berseteru.

Berdasarkan video amatir yang viral di medsos, terlihat dua kelom­pok dari kedua negeri ini saling serang menggunakan senjata tajam.

Terlihat juga sejumlah korban luka hasil dari bentrokan tersebut yang dibopong menjauh dari lokasi kejadian.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Yoga Putra Prima Setya yang dikonfir­masi Siwalima melalui telepon se­luler, Selasa (9/9) membenarkan adanya bentrokan tersebut.

Menurutnya, pasca bentrok personel gabungan langsung diturunkan untuk meredam situasi.

“Untuk polisi yang dikerahkan gabungan Polda, Polresta dan Polsek. Dari Polda 4 SST (120 personel) gabungan brimob dan samapta, dari Polresta dan Polsek sebanyak 60 personel, “jelas Kapolresta.

Menurut kapolres, situasi saat ini sudah terkendali dan berangsur kondusif. Pihaknya juga telah men­dirikan  3 pos pengamanan un­tuk mencegah bentrok susulan.

“Situasi sementara aman dan kami dirikan 3 pos perbatasan di perbatasan Desa Kaliolo, Desa Ka­bauw dan di gunung perbatasan, di tiap pos kami tempatkan per­sonel yang diback up personel TNI dari Kodim dan Batalyon 731 Karabesi,” jelas kapolres.

Ditanya soal motif dari bentro­kan, Kapolresta  mengaku, pihak­nya belum dapat menjelaskan lebih rinci terkait persoalan ini, lan­taran dirinya yang sementara be­rada di TKP untuk meredam situasi.

“Sabar ya kami di TKP semen­tara meredam situasi, mohon waktu,” pinta kapolres.

DPRD Minta

Pihak kepolisian diminta untuk bergerak cepat untuk mengatasi konflik yang tengah terjadi antara Negeri Kailolo dan Kabauw di Ke­camatan Pulau  Haruku, Kabu­paten Maluku Tengah.

Pasalnya, jika tak direspon dengan cepat, maka ditakutkan akan merembes ke wilayah lain, sehingga nantinya merepotkan aparat keamanan.

“Kami minta Polda Maluku se­gera kerahkan bantuan untuk menetralkan kondisi konflik yang terjadi di Kailolo dan Kabauw. Lebih baik diantisipasi agar konflik bisa selesai di kedua desa dan tak merembes ke luar daerah atau Negeri lainya,” ujar anggota Komisi I DPRD Maluku Zain Syaiful Latu­kaisupy kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (9/9).

Selain itu, ia juga minta tokoh pemuda dan tokoh agama kedua negeri ini, bisa memfasilitasi per­temuan sehingga perdamaian bisa segera dilakukan. Disisi lain ia juga mengingatkan pihak kepolisian, agar selalu mengan­tisipasi, sebab konflik di kedua negeri tersebut dapat merembes ke daerah lain.

“Seyogianya tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kailolo dan Kabauw dapat bertatap muka bertemu untuk mendiskusikan perdamaian. Lang­kah ini harus dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi,” ucapnya.

Pihak kepolisian juga kata Latukaisupy, diharapkan selalu siap siaga, sebab bisa saja konflik berimbas ke daerah lain terutama di Kota Ambon, sebab diketahui banyak warga Kailolo dan juga Kabauw yang mendiami Kota Ambon. Ini perlu ada advis dan gerak cepat untuk menepis isu-isu miring, jangan sampai konflik terjadi lagi di Ambon ataupun daerah lainya,” pinta Latukaisupy

Lebih lanjut Kader Partai Gerin­dra Maluku ini juga, minta semua pihak untuk menahan diri. Pasal­nya, kekacauan yang terjadi tak mendatangkan kesejahteraan, namun mendatangkan kemala­ngan, dimana infrastruktur rusak, rumah dan harta lainnya bisa saja lenya, olehnya itu, masyarakat di kedua negeri ini wajib untuk menahan diri.

Siapapun aktor dibalik ini, biarlah aparat penegak hukum yang bekerja agr bisa memberikan keadilan nyata bagi semua pihak. Mari jaga perdamaian par Maluku pung bae,” ajak Latukaisupy. (S-25/S-26/S10)

BERITA TERKAIT