AMBON, Siwalimanews – Masyarakat Negeri Kabauw dan KaiÂlolo di KecaÂmaÂtan Pulau HaruÂku, Kabupaten Maluku Tengah diminta untuk daÂpat menahan diri dan tidak terprovokasi.
Permintaan ini diÂsampaikan gubernur, sebagai respon atas peristiwa bentrok yang terjadi antara keÂlomÂpok masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo, yang menyebabkan korban jiwa pada, Selasa (9/9) keÂmaÂrin.
Menurut gubernur, peristiwa bentrok yang terjadi, bukan hanya melukai warga di Negeri Kabauw dan Kailolo yang terlibat langsung dalam bentrokan itu, tetapi juga melukai hati seluruh rakyat Maluku.
Hal ini karena, seluruh masyaÂrakat Maluku merupakan orang basudara yang telah diikat dalam budaya hidup pela gandong, saling mengasihi dan menyayangi satu dengan yang lain.
âSebagai gubernur dan juga upu Latu Maluku, saya minta masyaÂrakat Negeri Kabauw dan Kailolo agar menahan diri tidak terprovoÂkasi dengan berbagai isu serta meÂngutamakan perdamaian,â tulis guÂbernur dalam rilisnya yang diteÂriÂma redaksi Siwalima, Rabu (10/9).
Masyarakat Kabauw dan Kailolo kata gubernur, harus menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa mampu menyelesaikan masalah deÂngan kepala dingin dan jalan musÂyawarah bukan dengan keÂkerasan.
Disamping itu, penegakkan hukum atas persoalan tersebut harus dikedepankan, maka guberÂnur meminta seluruh masyarakat Kabauw dan Kailolo untuk meÂnyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, sehingga hukum benar-benar menjadi panglima.
Seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh pemangku kepentingan lokal juga, agar berperan aktif untuk meneÂnangkan masyarakat dengan meÂngedepankan nilai-nilai pela gandong dan hidup orang berÂsaudara sebagai warisan leluhur yang menjaga dari perpecahan.
âSaya minta aparatur keamanan TNI dan Polri untuk mengambil langkah persuasif demi membeÂrikan ketertiban dan rasa aman kepada masyarakat sambil proses hukum tetap berjalan. Ingatlah selalu tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik,â tegas gubernur.
Kekerasan kata gubernur, hanya melahirkan luka dan luka itu akan diwariskan kepada generasi, artinya jangan sampai anak cucu kehilangan masa depan, hanya kaÂrena lalai menjaga persaudaraan hari ini.
Bupati Serukan Damai
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir meÂnyerukan agar warga Negeri KaiÂlolo dan Kabauw untuk berdamai.
Dalam seruan yang disampaiÂkan pasca insiden bentrok terseÂbut, bupati minta kedua kelompok masyarakat agar segera mengÂhenÂtikan pertikaian dan kembali menumbuhkan rasa saling percaya.
âSampai jua mari katong henÂtikan pertikaian. Katong bakalai, katong yang rugi. Sampe jua, mari serahkan semua masalah ke aparat keamanan. Katong orang sudara, potong di kuku rasa di daging. Mari tumbuhkan saling percaya, katong ini orang sudara,â ucap Zulkarnain dalam video pendek yang diunggah pada media sosial Facebook milik Pemda Malteng, Selasa (9/9) malam.
Dalam video itu, bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya serta minta seluruh permasalahan diserahkan kepada aparat keamanan.
Sementara itu, Rabu (10/9), bupati bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV Pattimura dan Kapolda Maluku turun langsung ke lokasi kejadian di Pulau Haruku. Dalam kunjungan tersebut, rombongan pemerintah dan TNI/Polri bertemu masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo.
Gubernur bersama Forkopimda Maluku mengajak warga untuk menahan diri serta bijak menyikapi setiap perbedaan.
âJangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mari kita kedepankan rasa persaudaraan pela gandong yang telah menjadi fondasi kekuatan kita selama berabad-abad,â pinta gubernur.
Kedamaian kata gubernur, adaÂlah syarat utama bagi kemajuan Maluku. Karena itu, semua elemen masyarakat diharapkan menjaga kebersamaan, menjauhkan konflik dan memperkuat semangat perÂsaudaraan. (S-20/S-17)