SIWALIMA.id > Berita
Warga Kabauw & Kailolo Diminta tak Terprovokasi
Daerah , Headline | Kamis, 11 September 2025 pukul 23:17 WIT

AMBON, Siwalimanews – Masyarakat Negeri Kabauw dan Kai­lolo di Keca­ma­tan Pulau Haru­ku, Kabupaten Maluku Tengah diminta untuk da­pat menahan diri dan tidak terprovokasi.

Permintaan ini di­sampaikan gubernur, sebagai respon atas peristiwa bentrok yang terjadi antara ke­lom­pok masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo, yang menyebabkan korban jiwa pada, Selasa (9/9) ke­ma­rin.

Menurut gubernur, peristiwa bentrok yang terjadi, bukan hanya melukai warga di Negeri Kabauw dan Kailolo yang terlibat langsung dalam bentrokan itu, tetapi juga melukai hati seluruh rakyat Maluku.

Hal ini karena, seluruh masya­rakat Maluku merupakan orang basudara yang telah diikat dalam budaya hidup pela gandong, saling mengasihi dan menyayangi satu dengan yang lain.

“Sebagai gubernur dan juga upu Latu Maluku, saya minta masya­rakat Negeri Kabauw dan Kailolo agar menahan diri tidak terprovo­kasi dengan berbagai isu serta me­ngutamakan perdamaian,” tulis gu­bernur dalam rilisnya yang dite­ri­ma redaksi Siwalima, Rabu (10/9).

Masyarakat Kabauw dan Kailolo kata gubernur, harus menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa mampu menyelesaikan masalah de­ngan kepala dingin dan jalan mus­yawarah bukan dengan ke­kerasan.

Disamping itu, penegakkan hukum atas persoalan tersebut harus dikedepankan, maka guber­nur meminta seluruh masyarakat Kabauw dan Kailolo untuk me­nyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, sehingga hukum benar-benar menjadi panglima.

Seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh pemangku kepentingan lokal juga, agar berperan aktif untuk mene­nangkan masyarakat dengan me­ngedepankan nilai-nilai pela gandong dan hidup orang ber­saudara sebagai warisan leluhur yang menjaga dari perpecahan.

“Saya minta aparatur keamanan TNI dan Polri untuk mengambil langkah persuasif demi membe­rikan ketertiban dan rasa aman kepada masyarakat sambil proses hukum tetap berjalan. Ingatlah selalu tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik,” tegas gubernur.

Kekerasan kata gubernur, hanya melahirkan luka dan luka itu akan diwariskan kepada generasi, artinya jangan sampai anak cucu kehilangan masa depan, hanya ka­rena lalai menjaga persaudaraan hari ini.

Bupati Serukan Damai

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir me­nyerukan agar warga Negeri Kai­lolo dan Kabauw untuk berdamai.

Dalam seruan yang disampai­kan pasca insiden bentrok terse­but, bupati minta kedua kelompok masyarakat agar segera meng­hen­tikan pertikaian dan kembali menumbuhkan rasa saling percaya.

“Sampai jua mari katong hen­tikan pertikaian. Katong bakalai, katong yang rugi. Sampe jua, mari serahkan semua masalah ke aparat keamanan. Katong orang sudara, potong di kuku rasa di daging. Mari tumbuhkan saling percaya, katong ini orang sudara,” ucap Zulkarnain dalam video pendek yang diunggah pada media sosial Facebook milik Pemda Malteng, Selasa (9/9) malam.

Dalam video itu, bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya serta minta seluruh permasalahan diserahkan kepada aparat keamanan.

Sementara itu, Rabu (10/9), bupati bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV Pattimura dan Kapolda Maluku turun langsung ke lokasi kejadian di Pulau Haruku. Dalam kunjungan tersebut, rombongan pemerintah dan TNI/Polri bertemu masyarakat Negeri Kabauw dan Kailolo.

Gubernur bersama Forkopimda Maluku mengajak warga untuk menahan diri serta bijak menyikapi setiap perbedaan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mari kita kedepankan rasa persaudaraan pela gandong yang telah menjadi fondasi kekuatan kita selama berabad-abad,” pinta gubernur.

Kedamaian kata gubernur, ada­lah syarat utama bagi kemajuan Maluku. Karena itu, semua elemen masyarakat diharapkan menjaga kebersamaan, menjauhkan konflik dan memperkuat semangat per­saudaraan. (S-20/S-17)

BERITA TERKAIT