SIWALIMA.id > Berita
Yuliarto: Hardiknas Momentum Memperkuat Semangat Persatuan
Pendidikan | Senin, 4 Mei 2026 pukul 13:06 WIT

AMBON, Siwalima.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan harapan bagi masa depan Indonesia.

Pendidikan disebut sebagai jan­tung peradaban, tempat pemben­tukan karakter sekaligus penentu arah masa depan bangsa.

“Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi eko­nomi, geografis, maupun keterbata­san sosial,” katanya dalam sam­butan yang dibacakan Rektor Universitas Pattimura Fredy Leiwaka­bessy dalam upacara di lapangan kampus Unpatti Poka, Sabtu (2/5).

Dikatakan melalui berbagai program seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah, beasiswa afirmasi pendidi­kan tinggi, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta beasiswa pro­fesi dan dokter, pemerintah berupa­ya memastikan kesempatan belajar terbuka bagi seluruh masyarakat.

Untuk diketahui, upacara tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (Peksimika) Unpatti yang diikuti oleh sivitas akademika dan mahasiswa sebagai bagian dari perayaan pendidikan dan kreativitas di lingkungan kampus.

Program Deep Learning

Sementara itu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Ke­-menterian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep Learning sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutan yang dibacakan kadis pendidikan kabupaten Seram Bagian Timur, Afiudin Rumakway saat peringatan hardiknas yang dipusatkan di lapangan upacara SDN 6 Bula, Sabtu (2/5).

Dikatakan, pembelajaran mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional.

Kemendikdasmen telah me­-netapkan 5 kebijakan strategis untuk mendukung pelaksanaan program deep learning.

Program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran menurutnya sebagai salah satu program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto. 

“Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2025, program pembangunan dan revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan.

Selain itu, program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa sebesar 3 juta rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan D IV dan S1 melalui program rekognisi pembelajaran lampau di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dia mengaku, tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru.

“Para guru juga mendapatkan berbagai latihan seperti pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan sekolah dan bahasa Inggris,” terangnya.

“Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, di mana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik,” tandasnya. (S-25/S-27)

BERITA TERKAIT