SIWALIMA.id > Berita
Pemda Diminta Waspadai Penyebaran Hantavirus
Daerah | Kamis, 21 Mei 2026 pukul 18:08 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota diminta waspada terhadap penyebaran hanta virus.

hanta virus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal. Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.

Penyakit hanta virus tergolong dalam penyakit zoonosis, karena penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia. Penularan infeksi hanta virus ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang terinfeksi.

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian meminta pemerintah daerah di kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus.

“Pemerintah daerah perlu bergerak cepat melakukan sosialisasi terkait bahaya Hantavirus agar masyarakat memahami cara penularan, gejala, serta upaya pencegahannya, ingatnya kepada wartawan di Ambon, Rabu (20/5).

Ia berharap agar antisipasi harus dilakukan dari sekarang melalui edukasi dan pengawasan lingkungan.

“Kita tidak boleh menunggu sampai ada kasus besar baru bertindak,” tegasnya.

Ia menilai ancaman penyakit menular harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah, meskipun hingga kini Maluku belum mencatat adanya lonjakan kasus Hantavirus.

Karena itu, langkah preventif perlu diperkuat terutama pada kawasan permukiman padat penduduk dan lokasi yang rawan menjadi tempat berkembang biaknya tikus sebagai pembawa virus. “Pemerintah daerah harus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak timbul kepanikan, tetapi masyarakat juga tetap waspada,” ujarnya.

Lebih lanjut Sahertian meminta Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten dan kota meningkatkan koordinasi dengan puskesmas dan fasilitas kese­hatan lainnya guna memperkuat deteksi dini terhadap warga yang mengalami gejala menyerupai infeksi Hantavirus.

Selain pengawasan keseha­tan, ia mendorong adanya gera­-kan bersama menjaga kebersi­han lingkungan, seperti member­sihkan saluran air, menata tempat pembuangan sampah, hingga menertibkan gudang atau bangunan kosong yang berpotensi menjadi sarang tikus.

“Pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya terkait hantavirus.

Menurutnya, masyarakat cukup menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

Puskesmas mulai waspada

Sementara itu dinas kesehatan kota ambon sudah menginstruk­si­kan kepada seluruh puskes­mas yang ada untuk mewaspa­dai penyebaran hantavirus.

“Kita minta seluruh puskesmas untuk bersiaga penuh dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuk serta penyebaran hantavirus,” tegas Kadis Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna ketika dikonfirmasi Siwalima di Balai Kota, Rabu (20/5).

Kendati demikian, ia berharap pencegahan harus dilakukan secara terstruktur melalui koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi serta penerbitan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan.

“Memang Hantavirus ini sudah cukup booming dibicarakan, tetapi di Indonesia belum menjadi pandemi seperti Covid-19. Jadi yang paling penting saat ini adalah kewaspadaan,” katanya.

Ia menekankan perbedaan mendasar antara Hantavirus dan Covid-19, khususnya dalam hal cara penularan. Berbeda dengan pandemi sebelumnya yang menular antar manusia melalui kontak langsung atau udara. Hantavirus bersumber dari hewan pengerat, utamanya tikus.

Penularan ke manusia terjadi melalui kotoran, air kencing, atau partikel yang terhirup dari lingkungan yang terkontaminasi.

“Jadi sebenarnya inti pencegahannya adalah PHBS, perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga lingkungan tetap bersih,” jelasnya.

Pihaknya telah memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala Puskesmas agar memperketat pemantauan kesehatan masyarakat.

Apabila ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada indikasi Hantavirus, penanganan medis segera dilakukan dan dikoordinasikan langsung dengan Dinas Kesehatan provinsi untuk langkah tindak lanjut yang lebih lanjut.

“Kalau ada gejala yang mengarah, segera koordinasi dengan provinsi untuk langkah penanganannya. Semua puskesmas sudah siap dan sudah diberikan anjuran kewaspadaan,” tegasnya.

Ia menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebihan, namun tetap disiplin menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. “Yang penting masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat. Kita berharap virus ini tidak sampai masuk dan menyebar di Maluku,” harapnya.(S-26/S-30)

BERITA TERKAIT