SIWALIMA.id > Berita
Ambon Punya Sekolah Lansia Terbanyak di Maluku
Daerah | Rabu, 29 April 2026 pukul 14:01 WIT

AMBON, Siwalima.id - Tiga sekolah lansia resmi beroperasi pasca diluncurkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Mauliwaty Bulo di Negeri Urimessing, Selasa (28/4).

Tiga sekolah lansia di Kota Ambon masing-masing dibangun di  Desa Hutumuri, OSM dan dusun Seri. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan yang ada di kabupaten kota lain di Maluku.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Mauliwaty Bulo menyebut penguatan program Sekolah Lansia harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

Menurutnya, perhatian terhadap lansia tidak boleh setengah-setengah. Pemerintah, keluarga dan masyarakat wajib hadir memastikan warga lanjut usia tetap sehat, aktif dan bermartabat.

“Program pembangunan keluarga sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, karena keluarga adalah pilar utama pembangunan bangsa,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyam­paikan apresiasi kepada Pemerin­tah Kota Ambon dan seluruh pihak yang terus mendukung program Bangga Kencana.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon dan Tim Penggerak PKK yang terus mendukung program ini,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menjelaskan pemerintahnya memiliki komitmen mendukung pembentukan Sekolah Lansia di seluruh desa, negeri dan kelurahan.

“Kita terus berupaya memperluas pembentukan sekolah lansia agar menjangkau seluruh wilayah di Kota Ambon. Sampai hari ini kita baru membentuk tiga sekolah lansia yaitu di Hutumuri, OSM, dan Seri,” katanya.

Karena itu, dirinya berharap desa, negeri dan kelurahan lainnya segera membentuk program serupa demi memberikan ruang pembinaan bagi para lansia.

Wattimena menekankan, para lansia tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sosok yang memiliki jasa besar dan pengalaman hidup yang berharga.

“Kita harus memberi perhatian kepada orang-orang tua kita. Mereka tidak boleh dijadikan beban. Mereka harus dianggap sebagai orang-orang yang punya banyak jasa dan pengalaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu belajar dari para lansia dan memastikan mereka tetap diberdayakan agar dapat menikmati masa tua dengan penuh sukacita.

“Di usia lanjut seperti sekarang, mereka harus tetap diberdayakan dan menikmati hari tua dengan penuh sukacita,” tutup Wattimena.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon, Welly Patty menambahkan meningkatnya jumlah lansia di Kota Ambon justru menjadi indikator positif meningkatnya usia harapan hidup masyarakat.

“Bertambahnya jumlah lansia menunjukkan masyarakat Kota Ambon semakin sehat dan usia harapan hidup meningkat. Tetapi di sisi lain, para lansia menghadapi tantangan seperti kesehatan, keuangan, kesepian, hingga merasa tidak berguna,” kata Patty.

Karena itu, Sekolah Lansia dibentuk sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas hidup warga usia lanjut, baik secara fisik maupun mental.

Menurutnya, sekolah lansia merupakan pendidikan nonformal yang memberikan pelatihan dan pembelajaran di bidang kesehatan, keagamaan, sosial, dan budaya agar para lansia tetap bahagia, mandiri dan sejahtera.

“Sekolah Lansia BKL Elim ini adalah sekolah lansia ketiga di Kota Ambon dengan jumlah peserta 30 orang dan seluruhnya telah memenuhi syarat mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan mencetak lansia sehat jasmani dan rohani, mandiri, aktif, produktif, serta mampu beradaptasi positif dengan proses penuaan.

Selain itu, para lansia juga diharapkan tetap memberi kontribusi nyata bagi keluarga maupun masyarakat melalui pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki.(Mg-1)

BERITA TERKAIT